Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Putin Ampuni Pelaku Pemerkosaan yang Siksa dan Tusuk Pacarnya 111 Kali hingga Tewas

Seorang pembunuh yang menyiksa kekasihnya, dibebaskan dari penjara karena berperang di Ukraina. Ibu korban murka dan tidak terima.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Arif Fajar Nasucha
zoom-in Putin Ampuni Pelaku Pemerkosaan yang Siksa dan Tusuk Pacarnya 111 Kali hingga Tewas
NGS24/ East2west News
Vladislav Kanyus. Seorang pembunuh yang menyiksa kekasihnya, dibebaskan dari penjara karena berperang di Ukraina. Ibu korban murka dan tidak terima. 

TRIBUNNEWS.COM - Seorang pembunuh yang juga melakukan pemerkosaan kepada kekasihnya, diampuni oleh Presiden Rusia Vladimir Putin karena "jasanya" melawan Ukraina dalam peperangan, menurut aktivis HAM Alyona Popova pada Rabu (8/11/2023).

Mengutip Mirror, Vladislav Kanyus (27) divonis hukuman 17 tahun pada Juli 2022.

Namun belum sampai satu tahun, ia dikeluarkan dari penjara untuk berperang melawan Ukraina.

Vladislav Kanyus membunuh kekasihnya, Vera Pekhteleva (23) karena ia tidak terima kekasihnya itu meminta kembali barang-barangnya setelah putus.

Vladislav menyiksanya selama tiga setengah jam dan akhirnya membunuhnya dengan 111 luka tusukan.

Kasus ini sempat menjadi skandal besar di Rusia, karena para tetangga mendengar teriakan Vera Pekhteleva.

Baca juga: Wamil Cuma Jadi Umpan Peluru Tentara Ukraina, Korban Tewas Pasukan Rusia Hampir 110 Ribu Orang

Korban juga sudah berusaha menelepon polisi selama 7 kali tetapi polisi gagal menyelamatkannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Di persidangan, kasus ini dilabeli sebagai kasus pembunuhan yang sangat kejam, menurut Popova.

Ibu korban, Oksana (49) mengutuk keputusan Putin yang membebaskan pelaku pembunuhan anaknya.

"Bagaimana mungkin seorang pembunuh kejam diberi senjata? Mengapa dia dikirim ke garis depan - untuk membela Rusia?"

"Dia sampah. Dia bukan manusia."

“Apakah menurut Anda dia berubah? Tentu saja tidak."

"Satu-satunya tujuannya adalah merangkak kembali ke kebebasan."

"Dia sudah melakukannya sekarang, dan apa yang akan dia lakukan selanjutnya?"

"Dia akan mengulangi kejahatannya."

Halaman 1/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas