Zelensky: Ukraina Bakal Terus Perangi Rusia Meski Tanpa Bantuan Amerika
jika Washington menghentikan bantuan militer dan keuangannya ke Kiev, Ukraina akan terus melanjutkan konflik melawan Rusia tanpa bantuan tersebut.
Penulis:
Hasiolan Eko P Gultom
Sebelumnya, dalam wawancara terpisah dengan stasiun televisi NBC pada Minggu lalu, Zelensky mengundang Trump ke Ukraina.
Undangan itu sekaligus tantangan bagi Trumph.
Zelensky menyatakan, bersumpah untuk meyakinkan mantan presiden Amerika itu kalau Trump tidak akan dapat mencapai kesepakatan apa pun dengan Rusia dalam “24 menit.”
Trump menolak tawaran tersebut dalam pernyataan tertulis kepada outlet media AS, Newsmax.
"Perjalanan seperti itu akan menciptakan “konflik kepentingan” pada saat pemerintahan Presiden Joe Biden secara resmi berurusan dengan Kiev," katanya.
Awal pekan ini, Zelensky juga mengklaim bahwa Kiev memiliki “rencana” yang akan membantunya unggul di medan perang dan menunjukkan beberapa “hasil” pada akhir tahun.
Kata-katanya muncul ketika serangan balasan yang sudah dimulai Ukraina sejak Juni 2023, hampir tidak membawa perubahan apa pun di garis depan.
Pihak Rusia mengklaim, setelah berbulan-bulan pertempuran sengit, kerugian material dan personel dalam jumlah besar justru diderita pihak Ukraina.
Komandan tertinggi Ukraina, Jenderal Valery Zaluzhny, mengatakan kepada Economist pekan lalu bahwa konflik antara Moskow dan Kiev telah memasuki kebuntuan ala Perang Dunia I di mana Rusia lebih unggul karena sumber daya yang lebih besar.
Pentagon juga mengatakan pada minggu ini bahwa pihaknya hanya memiliki sekitar $1 miliar yang tersisa untuk bantuan militer ke Kiev dan harus menjatahnya mulai sekarang.
(oln/RT/rtrs/*)