Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Biden dan Xi Bertemu di AS, Bahas Ekonomi hingga Perang Israel-Hamas

Xi dan Biden berdialog selama 4 jam di tengah kekacauan geopolitik. Mereka sepakat dalam beberapa hal, seperti memulai kembali komunikasi…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Biden dan Xi Bertemu di AS, Bahas Ekonomi hingga Perang Israel-Hamas
Deutsche Welle
Biden dan Xi Bertemu di AS, Bahas Ekonomi hingga Perang Israel-Hamas 

Xi kemudian mengatakan kepada Biden bahwa "planet Bumi cukup besar bagi kedua negara untuk mencapai kesuksesan.” Dia mengatakan proteksionisme telah membebani perekonomian global.

Xi juga menyebut bahwa Cina tidak berusaha untuk "melampaui atau menggeser Amerika Serikat” dan menekankan bahwa "Amerika Serikat juga tidak boleh membuat rencana untuk menekan dan membendung Cina.”

Taiwan jadi masalah terbesar AS-Cina

Menurut keterangan seorang pejabat senior AS setelah pertemuan, Xi mengatakan kepada Biden bahwa Taiwan adalah masalah terbesar dalam hubungan AS dan Cina.

Pejabat tersebut mengutip perkataan Xi yang mengatakan bahwa Cina lebih memilih untuk melakukan reunifikasi secara damai dengan Taiwan, tetapi kemudian berbicara tentang kondisi di mana kekerasan dapat digunakan.

"Pihak AS harus... berhenti mempersenjatai Taiwan dan mendukung reunifikasi damai Cina,” kata Xi kepada Biden, menurut rilis Kementerian Luar Negeri Cina.

Xi mengisyaratkan bahwa Cina tidak mempersiapkan invasi besar-besaran ke Taiwan, tetapi langkah itu juga tidak mengubah sikap AS, kata pejabat itu.

"Saya tidak akan mengubahnya,” kata Biden. "Itu tidak akan berubah.” Menurut Gedung Putih, Biden menegaskan kembali komitmen kuat AS untuk membela sekutunya di Indo-Pasifik.

Masalah ekonomi

Rekomendasi Untuk Anda

Menurut rilis Beijing tentang pertemuan tersebut, Xi mendesak Biden untuk mencabut sanksi dan mengubah kebijakan mengenai kontrol ekspor untuk peralatan sensitif.

Menghambat kemajuan teknologi Cina tidak lain hanyalah "sebuah langkah untuk membendung pembangunan berkualitas tinggi dan merampas hak rakyat Cina atas pembangunan,” demikian bunyi pernyataan tersebut.

ha/ (AP, Reuters, AFP)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas