Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Inggris Kirim Pesawat Pengintai Sandera di Gaza, Janji Tak Bocorkan Info Lain ke Israel

Inggris mengirim Royal Air Forces (Angkatan Udara Kerajaan) untuk pesawat pengintai sandera di Gaza. Inggris janji tak bocorkan info lain ke Israel.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Inggris Kirim Pesawat Pengintai Sandera di Gaza, Janji Tak Bocorkan Info Lain ke Israel
FOTO AFP/Gavin Fogg
Ilustrasi -- Sebuah pesawat Tornado Angkatan Udara Kerajaan meluncur setelah mendarat di RAF Marham, di Norfolk, pada 19 Maret 2011. --- Inggris akan mengirimkan angkatan udara kerajaan (RAF) untuk mengoperasikan pesawat pengintai untuk mencari sandera di Gaza. 

TRIBUNNEWS.COM - Inggris akan mengerahkan pesawat pengintai di Israel dan Gaza sebagai bagian dari upaya penyelamatan 135 sandera yang masih ditahan oleh Hamas.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pesawat pengintai tersebut tidak bersenjata dan tidak memiliki peran tempur.

“Hanya informasi terkait penyelamatan sandera yang akan disampaikan kepada otoritas terkait yang bertanggung jawab atas penyelamatan sandera,” kata Kementerian Pertahanan Inggris dalam sebuah pernyataan, Sabtu (2/12/2023).

Penerbangan tersebut akan dilakukan di Mediterania timur, termasuk beroperasi di wilayah udara di Israel dan Gaza.

Kementerian Pertahanan Inggris mengatakan pemerintah Inggris telah bekerja dengan mitra di seluruh wilayah untuk menjamin pembebasan sandera, termasuk warga negara Inggris.

“Keselamatan warga negara Inggris adalah prioritas utama kami,” katanya, dikutip dari The Telegraph.

Baca juga: Israel Serang Khan Yunis di Gaza Selatan, Warga Palestina Dipaksa Mengungsi Lagi

Pemerintah Inggris mengatakan informasi apa pun yang mereka peroleh yang tidak ada hubungannya dengan keberadaan sandera tidak akan diteruskan ke Israel, seperti dikutip dari LBC UK.

Rekomendasi Untuk Anda

Seminggu setelah serangan Sabtu (7/10/2023), militer Inggris dikerahkan ke Mediterania timur, dengan pesawat RAF dan kapal Angkatan Laut Kerajaan.

Hal ini diperkuat minggu lalu ketika Inggris mengatakan akan mengirim salah satu kapal perangnya yang paling mematikan ke Teluk untuk mencegah meningkatnya ancaman pengiriman dari Iran dan kelompok-kelompok yang didukung Iran.

Selain Inggris, Amerika Serikat (AS) lebih dahulu menempatkan kapal perangnya di kawasan tersebut dengan alasan yang sama.

Rishi Sunak Kecewa, Hamas-Israel Gagal Perpanjang Gencatan Senjata

Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak berbicara pada pembukaan London Tech Week di London pusat pada 12 Juni 2023. Ian Vogler / POOL / AFP
Perdana Menteri Inggris Rishi Sunak berbicara pada pembukaan London Tech Week di London pusat pada 12 Juni 2023. (Ian Vogler / POOL / AFP)

Baca juga: Kronologi Hamas-Israel Gagal Perbarui Gencatan Senjata setelah Debat soal Sandera di Gaza

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris, Rishi Sunak, merasa kecewa dengan gagalnya perpanjangan gencatan senjata antara Hamas dan Israel.

“Gagalnya gencatan senjata hari ini sangat mengecewakan, paling tidak karena semakin banyak sandera yang pulang," kata Rishi Sunak, Jumat (2/12/2023).

“Kami ingin semua sandera dibebaskan – dan pada tahap awal ini semua perempuan dan anak-anak harus dibebaskan," lanjutnya.

Selama gencatan senjata kemanusiaan pekan lalu yang ditengahi oleh Qatar, Hamas membebaskan 105 sandera sebagai ganti 210 tahanan Palestina.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas