DPR AS Gelar Penyelidikan Pemakzulan Joe Biden, Byron Donalds: Biarkan Bukti Berbicara Sendiri
Bryan Donalds mengatakan bukti yang membenarkan pemakzulan Presiden Joe Biden akan muncul selama penyelidikan pemakzulan.
Penulis: Farrah Putri Affifah
Editor: Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS telah memutuskan untuk meresmikan penyelidikan pemakzulan terhadap Presiden Joe Biden.
Anggota House Freedom Caucus sekaligus perwakilan Partai Republik, Bryan Donalds mengatakan bukti yang membenarkan pemakzulan Presiden Joe Biden akan muncul selama proses penyelidikan.
Ia juga ingin agar bukti dari penyelidikan pemakzulan Biden dapat menjelaskan sendiri.
“Saya pikir ada banyak bukti di sana. Kami akan mengikat semua ini. Jadi saya pikir kemungkinan besar kita akan menuju pemakzulan, tapi kita tidak ingin terlalu terburu-buru. Kami ingin bukti yang membuktikannya,” kata Donalds kepada Manu Raju dari CNN.
Ketika ditanya tentang anggota parlemen yang skeptis terhadap pemakzulan, Donalds mengatakan itulah pentingnya penyelidikan.
“Yah, itu sebabnya kami akan menyelesaikan penyelidikan kami, jadi maksud kami sangat jelas. Memberikan suara untuk penyelidikan pemakzulan memungkinkan kami menyelesaikan penyelidikan kami,” katanya.
Baca juga: Tak Ada Bukti Kesalahan Joe Biden, tapi DPR AS Tetap Sahkan Penyelidikan Pemakzulan
Perkataan Byron Donalds muncul setelah DPR melakukan pemungutan suara untuk meresmikan penyelidikan pemakzulan pada Rabu (13/12/2023).
Anggota parlemen memberikan suara 221 berbanding 212 menurut partai untuk menyetujui resolusi yang mengizinkan penyelidikan tersebut.
Mengutip dari BBC, tiga komite DPR yang dipimpin Partai Republik menuduh adanya suap dan korupsi selama masa jabatan Biden sebagai wakil presiden.
Namun mereka belum menunjukkan bukti kesalahannya.
Pemberian suara untuk mengizinkan penyelidikan tidak sama dengan pemungutan suara untuk pemakzulan, namun hal ini meningkatkan kemungkinan bahwa DPR pada akhirnya akan berusaha untuk memakzulkan Biden.
Partai Republik berharap langkah ini akan membawa penyelidikan ke tahap yang lebih agresif.
Resolusi tersebut meresmikan penyelidikan setelah berlangsung selama beberapa bulan.
Sementara itu, pemungutan suara tersebut dilakukan ketika putra presiden, Hunter Biden, menentang panggilan pengadilan dari penyelidik Partai Republik.
Kirim Komentar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.