Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Tentara Israel Klaim Sita Uang Jutaan Dolar AS Milik Hamas

IDF menyita jutaan dollar AS yang dicurigai untuk mendanai kelompok Hamas dari tempat itu.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Hasanudin Aco
zoom-in Tentara Israel Klaim Sita Uang Jutaan Dolar AS Milik Hamas
JAAFAR ASHTIYEH / AFP
Tentara Israel di Gaza 

TRIBUNNEWS.COM, PALESTINA - Militer Israel menyerbu markas Hamas di Ramallah dan kota-kota lainnya di Tepi Barat, Kamis (28/12/2023) waktu setempat.

Tentara Israel (Israel Defense Force/IDF) ini juga mengobrak-abrik lokasi-lokasi  penukaran uang asing yang selama ini digunakan Hamas.

IDF menyita jutaan dollar AS yang dicurigai untuk mendanai kelompok Hamas dari tempat itu.

Sedikitnya satu orang tewas dan 14 lainnya luka-luka dalam penyerbuan itu  menurut Kementerian Kesehatan Palestina.

Dilansir dari Reuters, militer Israel mengatakan polisi, tentara dan personil keamanan Shin Bet melakukan penggerebekan di seluruh Tepi Barat, melakukan 21 penangkapan di Ramallah serta Tulkarm dan Jenin, di Tepi Barat bagian utara dan Hebron di bagian selatan.

"Selama operasi tersebut, dana teroris ditemukan dan puluhan juta shekel, brankas, dokumen, sistem perekaman, dan telepon disita," katanya.

Baca juga: Pejabat Aljazair Sedang Upayakan Evakuasi Warganya dari Gaza

Selain penyedia layanan keuangan, operasi ini juga menargetkan mata uang kripto, dengan unit kejahatan siber khusus yang ikut serta dalam penyelidikan, kata militer.

Rekomendasi Untuk Anda

Temukan Jutaan Dokumen

IDF mengaku menemukan 65 juta dokumen milik Hamas di Jalur Gaza.

Selain itu, ada pula setengah juta dokumen operasional dan peta yang diduga dikumpulkan selama 14 tahun oleh Hamas.

Banyak dari dokumen dan peta itu berisi sandi operasi dan lokasi. Dokumen tersebut ditemukan pada tubuh personel Hamas dan kendaraan mereka.

Dikutip dari Yedioth Ahronoth, Hamas selalu menjaga kerahasiaan dengan ketat sehingga IDF kesusahan melacak mereka.

Direktorat Intelijen Militer Israel memperkirakan sebagian besar personel Hamas yang ikut serta dalam serangan pada tanggal 7 Oktober tidak sadar bahwa serangan itu adalah serangan yang sebenarnya.

Para personel Hamas itu justru percaya bahwa mereka sedang mempersiapkan latihan perang dalam skala besar.

Oleh karena itu, mereka tidak meninggalkan informasi rahasia.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Berita Populer
Atas