Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ishikawa Dihantam Tsunami 5 Meter, KBRI Jepang: Ada 1.315 WNI di Sana

KBRI Jepang menyebut ada 1.315 WNI yang tinggal di Ishikawa di mana wilayah tersebut dihantam tsunami setinggi 5 meter.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ishikawa Dihantam Tsunami 5 Meter, KBRI Jepang: Ada 1.315 WNI di Sana
Sky News
Sebagian besar wilayah Jepang diguncang gempa berpotensi tsunami berulang berkekuatan 7,6 magnitudo, Minggu petang waktu Jepang, 1 Januari 2024. KBRI Jepang menyebut ada 1.315 WNI yang tinggal di Ishikawa di mana wilayah tersebut dihantam tsunami setinggi 5 meter. 

TRIBUNNEWS.COM - KBRI Jepang menyebut ada 1.315 warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Prefektur Ishikawa yang terdampak gempa berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang Jepang, Senin (1/1/2024).

Dubes RI untuk Jepang, Heri Akhmadi, mengungkapkan Prefektur Ishikawa terdampak tsunami setelah gempa mengguncang.

Selain Ishikawa, Heri menyebut ada beberapa wilayah lain yang terdampak tsunami yaitu Yamagata hingga Toyama.

"Sebagai catatan terdapat 1.315 orang WNI di Prefektur Ishikawa. Gempa tersebut mengakibatkan tsunami setinggi kurang lebih lima meter di Ishikawa, dan setinggi 3 meter di Yamagata, Niigita, dan Toyama," tutur Heri dalam keterangan tertulis.

Kini, Heri mengungkapkan pihaknya masih terus berkoordinasi dengan masyarakat di prefektur yang menjadi pusat gempa dan tsunami.

Baca juga: Gempa Jepang Magnitudo 7,6 Bikin Layanan Kereta Cepat Shinkansen Terganggu

Lebih lanjut, dia menjelaskan ada sekitar 20-an prefektur yang turut merasakan gempa bermagnitudo 7,6 tersebut.

"Gempa dirasakan di wilayah Prefektur Niigata, Toyama, dan Fukui, Nagano Tokyo, Gifu, Yamagata, Fukushima, Ibaraki, Tochigi, Gunma, Saitama, Aichi, Shizuoka, Mie, Shiga, Osaka, Kyoto, Hyogo, Nara, Tottori, Iwate, Miyagi, dan Akita," ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

36 Ribu Rumah di Ishikawa dan Toyama Mati Listrik

Gempa ini turut mengakibatkan 36 ribu rumah di Prefektur Ishikawa dan Toyama dilaporkan mengalami mati listrik.

Dikutip dari NHK, hal ini disampaikan oleh pihak penyedia listrik, Hokuriku Electric Power 9505.T.

Kendati demikian, Otoritas Regulasi Nuklir Jepang mengungkapkan tidak adanya kejanggalan yang sudah terkonfirmasi dari pembangkit listrik tenaga nuklir di sepanjang Laut Jepang, termasuk lima reaktor aktif di pembangkit listrik 9503.T Ohi dan Takahama milik Kansai Electric Power di Prefektur Fukui.

Baca juga: KBRI Sedang Cek Kondisi WNI pasca Gempa M 7,4 Guncang Ishikawa Jepang

Di sisi lain, pabrik Shika milik Hokuriku di Ishikawa yang terletak paling dekat dengan pusat gempa telah menghentikan dua reaktornya sebelum gempa.

Pihak Hokuriku pun mengungkapkan tidak ada kerusakan akibat gempat yang terjadi.

Lebih lanjut, Badan Meteorologi Jepang telah melaporkan adanya tsunami setinggi sekitar 1 meter melanda sebagian pantai barat di sepanjang Laut Jepang.

Badan Meteorologi Jepang pun memperkirakan gelombang lebih besar akan terjadi.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas