Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Ledakan Dekat Makam Jenderal Iran Tewaskan Hampir 100 Orang

Kementerian Kesehatan Iran menyebut hampir 100 orang tewas akibat dua ledakan mematikan yang terjadi saat peringatan kematian Qassem…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Ledakan Dekat Makam Jenderal Iran Tewaskan Hampir 100 Orang
Deutsche Welle
Ledakan Dekat Makam Jenderal Iran Tewaskan Hampir 100 Orang 

Dia menyalahkan "musuh jahat dan kriminal negara".

Kemudian, Presiden Iran Ibrahim Raisi juga memastikan akan secepatnya menemukan para pelaku dari serangan Rabu "keji" tersebut.

"Tidak diragukan lagi, para pelaku… dari tindakan pengecut ini akan segera teridentifikasi dan dihukum atas tindakan keji mereka, oleh aparat keamanan dan penegak hukum," kata Raisi dalam sebuah pernyataan.

"Musuh bangsa harus tahu bahwa tindakan seperti itu tidak akan pernah merusak tekad kuat Iran."

Menyusul pernyataan Khamenei soal "musuh-musuh" Iran yang dianggap sebagai dalang ledakan itu, Juru Bicara Departemen Luar Negeri Amerika Serikat (AS) Matthew Miller menyangkal bahwa pihaknya terlibat dalam insiden tersebut.

"Amerika Serikat tidak terlibat dengan cara apa pun dan setiap tuduhan kepada kami merupakan hal yang konyol," kata dia, sembari menambahkan "kami juga tidak yakin kalau Israel ikut terlibat dalam ledakan tersebut."

"Kami menyampaikan rasa simpati kepada para korban dan orang terkasih yang tewas dalam ledakan mengerikan ini," ucap Miller.

Dapat kecaman luas

Rekomendasi Untuk Anda

Serangan ini mendapat kecaman luas, menyusul pernyataan yang disampaikan oleh banyak pihak, di antaranya adalah Jerman, Uni Eropa, dan Rusia.

"Kami sangat sedih atas banyaknya korban jiwa dalam ledakan hari ini di #Kerman, termasuk banyak anak-anak," kata Kementerian Luar Negeri Jerman pada akun resmi X, Rabu (03/02). "Kami mengutuk aksi teror ini."

Diplomat tinggi Uni Eropa pada akun media sosialnya juga mengatakan belasungkawa dan "mengutuk keras serangan ini dan menyatakan solidaritasnya untuk Iran."

Pesan solidaritas juga datang dari Presiden Rusia Vladimir Putin lewat sebuah surat kepada Khamenei.

"Pembunuhan terhadap orang yang mengunjungi pemakaman secara damai cukup mengejutkan, itu kejam dan sinis," kata Putin.

Sosok Qassem Soelaimani

Sebagai seorang Komandan Pasukan Quds, Soleimani merupakan kepala operasi luar negeri dari Garda Revolusi Iran dan dipandang sebagai ikon oleh para pendukung teokrasi Iran. Saat pemakamannya di tahun 2020, sedikitnya 56 orang dilaporkan tewas dalam sebuah serbuan yang juga melukai ratusan orang lainnya.

Soleimani menjadi target AS pada awal tahun 2000-an usai dirinya diketahui membantu mempersenjatai militan di Irak dengan bom pinggir jalan yang menewaskan dan melukai pasukan AS, bantuan ini meningkatkan popularitas dan profilnya di Iran.

Kemudian, dia menjadi seorang komandan perang terkenal, yang juga memiliki kekuatan politik cukup besar.

Kematiannya dalam serangan drone yang diluncurkan semasa pimpinan Donald Trump terjadi di tengah meningkatnya insiden pascapenarikan diri Washington dari kesepakatan nuklir 2015 dengan Iran.

mh/ha (Reuters, AFP, AP)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas