Tentang Kegagalan Spionase Jerman di Afganistan
Harian Jerman “Die Zeit” menyelidiki dokumen-dokumen pemerintah, juga dokumen rahasia, seputar situasi di Afganistan menjelang…
Roderich Kiesewetter, pakar luar negeri dan keamanan CDU di parlemen Jerman Bundestag yang dihubungi DW minggu lalu, melihat kasus Afganistan sebagai simbol kebijakan luar negeri yang gagal.
"Artikel Die Zeit pada dasarnya menunjukkan kebutaan strategis kebijakan keamanan, yang mengabaikan peringatan, mencoba menghindari tanggung jawab melalui debat mengenai tanggung jawab, dan gagal mengambil tindakan proaktif dan tepat waktu. Semua itu berkontribusi pada malapetaka kemanusiaan yang terjadi."
Menurut DieZeit – hingga saat ini sudah sekitar 5.340 orang dievakuasi melalui jalur udara, termasuk 216 karyawan lokal Afganistan.
Sementara masih ada sekitar 12.000 pekerja lokal terus menunggu untuk melakukan perjalanan ke Jerman. Padahal mereka dianggap pengkhianat dan harus bersembunyi dari kejaran Taliban.
Sekarang hampir tidak ada pengaruh Jerman di Afganistan
Saat ini, kemampuan pemerintah untuk melakukan apa pun bagi rakyat Afganistan sudah sangat terbatas.
Roderich Kiesewetter mengatakan kepada DW: "Kita masih punya tanggung jawab politik terhadap para pekerja lokal dan keluarga mereka, yang masih menunggu untuk meninggalkan negara itu. Kita juga mpunya tanggung jawab moral terhadap penduduk sipil Afganistan. Khususnya para perempuan yang menderita akibat "bencana sosio-ekonomi dan ekonomi" sekarang.
Lebih dari 17 juta warga Afghanistan berisiko mengalami kelaparan akut dan lebih dari enam juta orang terkena dampak darurat pangan," katanya.
Militer Jerman Bundeswehr mendapat mandat untuk bergabung dengan misi aliansi internasional pimpinan AS di Afganistan pada 2001.
Pada awal 2015, mandat Bundeswehr dialihkan menjadi misi pelatihan tentara Afghanistan. Sebanyak 53 tentara Jerman tewas selama misi Bundeswehr itu.
Roderich Kiesewetter menarik kesimpulan serius: "Peran Jerman di Afganistan sekarang hampir tidak ada lagi, karena pemerintahan Taliban tidak diakui. Itu berarti bahwa bantuan kemanusiaan atau kerja sama ekonomi pada prinsipnya tidak mungkin dilakukan."
Pada tahun 2001, kata dia, Jerman ingin menghadirkan demokrasi dan kebebasan bagi rakyat Afganistan, namun lebih dari 20 tahun kemudian hampir tidak ada lagi yang tersisa.
hp/as

Baca tanpa iklan