Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

IDF Gerebek Universitas Nasional Al-Najah Tepi Barat, 25 Mahasiswa jadi Sandera

Tentara Israel (IDF) menyerbu Universitas Nasional Al-Najah di Kota Nablus, Tepi Barat pada Senin (15/1/2024), pagi waktu setempat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in IDF Gerebek Universitas Nasional Al-Najah Tepi Barat, 25 Mahasiswa jadi Sandera
Zain JAAFAR / AFP
Orang-orang berdiri di luar pintu masuk Universitas Nasional Al-Najah di Nablus di Tepi Barat yang diduduki pada tanggal 15 Januari 2024, menyusul penahanan 25 mahasiswa Palestina oleh pasukan Israel dari kampus tersebut, menurut laporan oleh kelompok kampanye lokal. 

TRIBUNNEWS.COM - Tentara Israel (IDF) menyerbu Universitas Nasional Al-Najah di Kota Nablus, Tepi Barat pada Senin (15/1/2024), pagi waktu setempat.

Wakil Presiden Urusan Komunitas Universitas An-Najah, Raed Al-Dubai, mengatakan kepada WAFA, pasukan Israel masuk ke area kampus melalui salah satu gerbang.

Sebelum masuk ke area kampus, pasukan IDF menahan personel keamanan kampus.

Tidak hanya itu, pasukan IDF juga memukuli kedua penjaga kampus.

Selama penggerebekan, pasukan IDF menahan 25 mahasiswa yang berada di dalam kampus.

Menurut laporan Al Mayadeen, mahasiswa-mahasiswa di kampus tersebut telah melakukan protes selama sekitar 26 hari.

Setiap orang yang mengambil bagian dalam aksi damai tersebut ditahan, termasuk ketua serikat mahasiswa.

Rekomendasi Untuk Anda

Penggerebekan ini menandai serangan pertama ke universitas tersebut sejak tahun 1992.

2 Anak Warga Palestina Tewas di Tepi Barat

Kementerian Kesehatan Palestina mengumumkan bahwa dua anak menjadi martir setelah ditembak oleh pasukan pendudukan Israel di Kota al-Bireh, Ramallah utara pada hari Minggu (14/1/2024).

Kedua anak tersebut diketahui merupakan Suleiman Mohammed Suleiman Kanaan (17) dan Khaled Amer Hmeidat (16).

Baca juga: Gerebek Tepi Barat, IDF Sandera 2 Saudara Perempuan Bos Hamas Saleh al-Arouri

Kementerian Kesehatan menyatakan Kanaan meninggal karena luka yang dideritanya setibanya di Rumah Sakit Permusyawaratan Arab akibat luka tembak di jantung.

Sementara jenazah Hmeidat ditahan oleh IDF.

Kanaan berasal dari Kota Hizma, timur laut al-Quds.

Sementara Khaled Hmeidat berasal dari kamp pengungsi Jalazone.

Hamas berduka atas kematian kedua anak tersebut.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas