Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

AS Sebut Houthi Teroris, Hamas: Munafik, Padahal Israel juga Teroris

Hamas pada hari Rabu mengeluarkan pernyataan yaitu mengecam Amerika Serikat karena memasukkan kelompok Houthi di Yaman sebagai 'teroris global'.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in AS Sebut Houthi Teroris, Hamas: Munafik, Padahal Israel juga Teroris
AARON LAU / US NAVY / AFP
Sebuah kapal Angkatan Laut AS di Laut Merah pada 19 Oktober 2023 menembak jatuh rudal dan drone yang ditembakkan oleh pemberontak Huthi yang didukung Iran di Yaman 

TRIBUNNEWS.COM - Pejuang Palestina, Hamas pada hari Rabu mengeluarkan pernyataan yaitu mengecam Amerika Serikat karena memasukkan kelompok Houthi di Yaman sebagai 'teroris global'.

Menurut Hamas penyebutan tersebut adalah langkah politik Amerika Serikat yang bias yang jelas terhadap pendudukan Israel.

Selama ini, Amerika Serikat telah mendukung Israel dalam melakukan serangan di Gaza.

Apa yang telah dilakukan Israel kepada rakyat Palestina merupakan tindakan terorisme.

Oleh karena itu, Hamas mengatakan keputusan AS yang menganggap Houthi teroris adalah bentuk dukungan terang-terangan untuk melindungi Israel.

“Klasifikasi yang tidak etis dan bias ini sekali lagi membuktikan keselarasan pemerintahan Presiden (Joe) Biden dengan agenda ekspansionis Zionis di Palestina dan kawasan,” katanya, dikutip dari Anadolu Agancy.

Hamas juga menganggap tuduhan AS terhadap Houthi ini menghalangi masyarakat untuk mendukung kebebasan Palestina.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kebijakan Amerika tidak akan menghalangi masyarakat bebas dan Arab di seluruh dunia untuk mengekspresikan solidaritas terhadap rakyat Palestina dan perjuangan mereka sampai berakhirnya pendudukan dan terwujudnya aspirasi rakyat kami untuk kebebasan dan penentuan nasib sendiri," jelasnya.

Sementara itu, Hamas juga berterima kasih kepada Houthi atas upaya yang dilakukan untuk membela rakyat Palestina.

"Terima kasih atas upaya gerakan Houthi dan seluruh kekuatan perlawanan dalam mendukung Palestina dan Yerusalem," jelasnya.

Amerika Serikat telah memberikan label 'organisasi teroris'kepada Houthi pada hari Rabu (17/1/2024).

Penyebutan tersebut diumumkan oleh Penasihat Keamanan Nasional Jake Sullivan dan Menteri Luar Negeri Antony Blinken.

Baca juga: Meski Ada Agresi AS-Inggris di Yaman, Houthi Bersumpah akan Terus Serang Kapal-kapal di Laut Merah

Mengetahui dicap teroris, Houthi menanggapinya dengan santai.

Pihak Houthi mengatakan keputusan itu tidak akan menghalangi mereka untuk mendukung Palestina.

Houthi menganggap keputusan yang dibuat AS itu tidak efektif dengan kejadian yang terjadi di lapangan.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas