Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Mitos Saktinya IDF Runtuh, Hamas: Mesir Bakal Melawan, Tak Ada Happy Ending Buat Israel di Gaza

Hampir dua lusin tentara Israel tewas dalam satu operasi militer milisi perlawanan Hamas di Gaza tengah dalam satu hari

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Mitos Saktinya IDF Runtuh, Hamas: Mesir Bakal Melawan, Tak Ada Happy Ending Buat Israel di Gaza
DAVID SILVERMAN / POOL / AFP
Tentara Israel dikerahkan di samping pengangkut personel lapis baja mereka saat mereka menunggu perintah untuk mundur pada 11 September 2005 dari reruntuhan pos terdepan Aluf di Koridor Philadelphia di perbatasan Mesir di Jalur Gaza selatan. 

Menurut pejabat saat ini dan mantan pejabat Israel dan Mesir yang berbicara dengan WSJ, operasi tersebut akan memungkinkan Israel untuk mengambil kendali atas Penyeberangan Perbatasan Rafah, yang telah lama menjadi satu-satunya rute warga Palestina ke dunia luar di tengah blokade dan pendudukan Israel selama beberapa dekade.

Hamdan menegaskan, kelompok perlawanan “tidak akan diusir dari tanah airnya.”

Tolak Jeda Perang Kalau Tak Ada Penghentian Total Pertempuran

Komentar pemimpin Hamas tersebut muncul satu hari sebelum Reuters melaporkan bahwa kemajuan telah dicapai dalam inisiatif gencatan senjata baru yang dimediasi Qatar-Mesir-AS.

Inisiatif ini bertujuan untuk mengamankan “gencatan senjata selama 30 hari di Gaza ketika sandera Israel dan tahanan Palestina akan dibebaskan.”

Namun, Hamas mengatakan bahwa tidak ada perjanjian yang tidak mencakup diakhirinya perang yang akan diterima.

Seorang juru bicara Israel menegaskan pada Selasa kalau Tel Aviv tidak akan menerima gencatan senjata yang membuat Hamas berkuasa dan para tahanan tidak dibebaskan.

Bentrokan sengit terus terjadi di Gaza utara, tengah, dan selatan. Di kota selatan Khan Yunis, jet Israel telah meningkatkan kampanye pengeboman karpet mereka.

Rekomendasi Untuk Anda

Lebih dari 200 warga Palestina telah terbunuh di Gaza dalam 24 jam terakhir, menurut otoritas kesehatan di wilayah tersebut, dengan jumlah korban tewas melonjak melewati 25.000 sejak 7 Oktober.

(oln/*/TC)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas