Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Kakak Beradik Palestina Ditembak Sniper IDF, Lagi-lagi Bendera Putih Diabaikan

Bertambah lagi warga Palestina yang ditembak sniper Israel, padahal ia sudah membawa bendera putih.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Nuryanti
zoom-in Kakak Beradik Palestina Ditembak Sniper IDF, Lagi-lagi Bendera Putih Diabaikan
DAVID FURST / AFP
Tentara Israel mengambil posisi saat mengamankan daerah sekitar pemukiman Netzarim di Jalur Gaza pada 8 Juni 2005. Bertambah lagi warga Palestina yang ditembak sniper Israel, padahal ia sudah membawa bendera putih. 

*) Tribunnews sengaja tidak menampilkan foto tersebut karena mengandung unsur kekerasan dan sadisme.

Hasil investigasi Sanad

Investigasi Sanad menunjukkan dengan tepat lokasi di mana Ramez dan Nahedh menjadi sasaran penembak jitu Israel, di dekat sekolah Harun ar-Rashid di al-Amal, juga dikenal sebagai “Blok 109” pada peta yang dirilis tentara Israel di Gaza.

Menurut kesaksian, anak-anak tersebut ditembak sekitar pukul 10:30 pada tanggal 24 Januari.

Ahmed berhasil mengambil foto tubuh mereka antara pukul 13.00 dan 13:30, berdasarkan bayangan di foto.

Dalam foto itu, noda darah terlihat jelas pada bendera putih yang dibawa Nahedh.

Keluarga Barbakh tidak pernah bisa mengungsi bersama-sama.

Sebaliknya, mereka berduka atas anak-anak mereka sambil menerobos tembok rumah mereka untuk melintasi jalan dan rumah lain, berlari dari satu tempat berlindung ke tempat lain hingga mencapai jalan pantai di Khan Younis.

Rekomendasi Untuk Anda

Sampai saat ini, mereka tidak tahu apa-apa apa yang terjadi pada jenazah Nahedh dan Ramez.

Nahedh Barbakh
Nahedh Barbakh (Dokumentasi keluarga Barbakh via Aljazeera)

Pria Palestina Ditembak Mati Tentara Israel setelah Diwawancarai TV

Dalam insiden terpisah lainnya, seorang pria Palestina juga menjadi sasaran penembak jitu Israel, meski ia dan rombongannya membawa bendera putih.

Dalam artikel yang diterbitkan ITV News pada 24 Januari 2024, Ramzi Abu Sahloul (51) dan empat rekannya, diwawancarai media Inggris tersebut tentang proses evakuasi mereka dari Khan Younis ke Rafah.

Saat itu, Abu Sahloul berkata tidak ada tempat yang aman di Gaza.

“Di mana pun Anda akan melihat Tentara Israel. Mereka menembaki kami di rumah, di gedung mana pun, dan di jalan," tambahnya.

Kepulan asap yang mengepul dan suara tembakan kemudian terdengar, menandakan pertempuran sedang terjadi di dekatnya.

Wawancara kemudian selesai, jurnalis pun pergi.

Tetapi sang kameramen sempat berbalik untuk mengambil foto terakhir Abu Sahloul dan teman-temannya.

Foto terakhir Abu Sahloul dan teman-temannya.
Foto terakhir Abu Sahloul dan teman-temannya. (ITV News)
Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas