Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hamas Pertimbangkan Proposal Gencatan Senjata Baru, Netanyahu Ngotot Perang Sampai Menang

Kelompok militan Hamas Palestina mengaku saat ini sedang mempertimbangkan propisal gencatan senjata baru dengan Israel, tapi Neteanyahu beda pendapat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hamas Pertimbangkan Proposal Gencatan Senjata Baru, Netanyahu Ngotot Perang Sampai Menang
Ohad Zwigenberg / POOL / AFP
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memimpin rapat kabinet di pangkalan militer Kirya, yang menampung Kementerian Pertahanan Israel, di Tel Aviv pada 24 Desember 2023. - Kelompok militan Hamas Palestina mengaku saat ini sedang mempertimbangkan propisal gencatan senjata baru dengan Israel. Namun, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu malah kembali menegaskan tidak akan menarik mundur pasukannya dari Gaza sampai mereka meraih kemenangan total. 

TRIBUNNEWS.COM - Kelompok militan Hamas Palestina mengaku saat ini sedang mempertimbangkan propisal gencatan senjata baru dengan Israel.

Namun, Perdana Menteri (PM) Israel, Benjamin Netanyahu malah kembali menegaskan tidak akan menarik mundur pasukannya dari Gaza sampai mereka meraih kemenangan total.

"Kami tidak akan berkompromi jika tidak menginginkan kemenangan total," kata Netanyahu, saat berkunjung ke pemukiman Israel di Tepi Barat.

"Israel akan mencapai semua tujuannya," tegasnya.

Ia menambahkan bahwa tujuannya termasuk melenyapkan Hamas, mengembalikan semua sandera Israel dan memastikan Gaza tidak lagi menjadi ancaman bagi Tel Aviv.

"Sampai saat itu tiba, tidak ada tahanan Palestina yang akan dibebaskan dari penjara Israel," lanjut Netanyahu.

Usulan gencatan senjata tersebut mulai disinggung menyusul pembicaraan di Paris, yang melibatkan Direktur CIA, William Burns, PM Qatar, Kepala Dinas Intelijen Mossad Israel, dan Kepala Intelijen Mesir.

Rekomendasi Untuk Anda

Pemimpin Hamas Ismail Haniyeh mengatakan dia sedang mempelajari rencana tersebut dan akan pergi ke Kairo untuk membahasnya.

Haniyeh mengatakan prioritas kelompok militan Palestina adalah mengakhiri serangan Israel dan memastikan penarikan penuh pasukan Israel dari Gaza.

Pejabat senior Hamas, Sami Abu Zuhri menyebut komentar Netanyahu membuktikan bahwa dia tidak tertarik pada keberhasilan pertemuan Paris dan acuh dengan kehidupan tahanan (Israel).

Jihad Islam, sekutu Hamas, juga meremehkan prospek gencatan senjata.

Baca juga: Netanyahu Ogah Setujui Kesepakatan Gencatan Senjata jika Harus Tarik Mundur Pasukannya dari Gaza

Kelompok tersebut mengatakan bahwa mereka tidak akan terlibat dalam kesepakatan penyanderaan tanpa gencatan senjata yang komprehensif dan penarikan Israel dari Gaza.

Dukungan publik terhadap Benjamin Netanyahu semakin berkurang seiring dengan berlanjutnya perang

Dikutip dari Al Jazeera, dukungan publik terhadap Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu terus berkurang seiring berlanjutnya perang Israel di Gaza.

Jajak pendapat publik yang baru menunjukkan bahwa 23 persen responden ingin Netanyahu tetap berkuasa, sementara 41 persen ingin mantan menteri pertahanan dan anggota kabinet perang Benny Gantz menggantikannya.

Di Gaza, bentrokan antara Pasukan Pertahanan Israel (IDF) dan pejuang Hamas semakin membuat warga Palestina terusir dari tanah mereka untuk mencari daerah yang lebih aman.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas