Pertukaran Tahanan Perang Rusia-Ukraina Terbesar Digelar, Zelensky: '207 Orang Guys'
Rusia dan Ukraina akhirnya melakukan pertukaran tahanan besar-besaran pada Rabu (31/2/2024) kemarin.
Editor:
Hendra Gunawan
TRIBUNNEWS.COM -- Rusia dan Ukraina akhirnya melakukan pertukaran tahanan besar-besaran pada Rabu (31/2/2024) kemarin.
Pertukaran tersebut terjadi di tengah kekhawatiran gagalnya pertukaran tahanan perang akibat penembakan pesawat berisi tentara Ukraina yang akan dikembalikan pada pekan lalu akhirnya.
Media asal Moskow Russia Today dan media asal Kiev, Ukrainska Pravda memberitakan pertukaran tersebut melibatkan sekitar 400 orang tahanan.
Baca juga: Rusia Tuding Ukraina Sengaja Menembak Pesawat Berisi 65 Tawanan Tentara Kiev
Russia Today memberitakan, sebanyak 197 tentara Rusia dibebaskan bersamaan dengan pemulangan 195 serdadu Ukraina.
Akan tetapi Pravda menyebut bahwa tentara Kiev yang dibebaskan sebanyak 207 orang.
Prajurit yang dibebaskan adalah 95 perwakilan Angkatan Bersenjata Ukraina, 56 Pengawal Nasional, 26 penjaga perbatasan, 29 prajurit Pertahanan Teritorial dan satu perwakilan Kepolisian Nasional Ukraina.
Sebanyak 180 orang pembela HAM yang dibawa pulang adalah prajurit dan sersan, dan 27 lainnya adalah perwira Ukraina. Setidaknya 36 di antaranya terluka atau sakit parah.
Yang tertua dari mereka yang dipertukarkan berusia 61 tahun, dan yang termuda akan segera berusia 21 tahun.
Di antara prajurit yang dibebaskan adalah pejuang Mariupol, Kherson, pejuang dari Pulau Zmiinyi, marinir, dan petugas medis tempur.
Pertukaran tersebut merupakan yang terbesar hingga saat ini sejak dimulainya konflik kedua negara.
Pasukan Rusia yang dibebaskan setelah “berada dalam bahaya besar” di penangkaran, akan diterbangkan ke Moskow untuk perawatan dan rehabilitasi, kata kementerian itu. Mereka sudah menerima bantuan medis dan dukungan psikologis, tambahnya.
Baca juga: Perang Rusia-Ukraina Hari ke-701, Pesawat Rusia Jatuh di Belgorod, Bawa 65 Tawanan yang akan Ditukar
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky juga telah mengkonfirmasi pertukaran tersebut, namun memberikan angka yang berbeda sehubungan dengan pembebasan tawanan perang Ukraina.
“Anak-anak kita ada di rumah. 207 guys,” tulisnya di Telegram.
Zelensky berterima kasih kepada tim perunding Ukraina, yang mencakup kepala intelijen militer, Kirill Budanov, dan kepala kantor kepresidenan, Andrey Yermak.
"Kami akan membawa mereka kembali, apa pun yang terjadi. Kami mengingat semua orang yang berada di penangkaran. Baik prajurit maupun warga sipil. Kita harus membawa semua orang kembali. Kami sedang mengerjakannya," kata Zelensky.
Baca tanpa iklan