Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Serangan Israel di Rafah Tewaskan Puluhan Orang, 2 Tawanan Bebas

Israel bebaskan 2 tawanan di Rafah, tapi tewaskan puluhan warga Palestina

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Serangan Israel di Rafah Tewaskan Puluhan Orang, 2 Tawanan Bebas
SAID KHATIB / AFP
Seorang gadis Palestina memeriksa kerusakan di reruntuhan sebuah bangunan di Rafah, di Jalur Gaza bagian selatan pada 12 Februari 2024. Israel bebaskan 2 tawanan di Rafah, tapi tewaskan puluhan warga Palestina 

“Hanya tekanan militer yang berkelanjutan, hingga kemenangan penuh, yang akan menghasilkan pembebasan semua sandera kami,” katanya dalam sebuah pernyataan.

Serangan terbaru di Rafah ini terjadi ketika Israel sedang bersiap melancarkan serangan besar-besaran, yang dikhawatirkan oleh lembaga bantuan akan mengakibatkan banyak korban sipil di wilayah terakhir yang relatif aman di Gaza.

Sekitar 1,4 juta warga Palestina, atau lebih dari separuh penduduk Gaza, memadati Rafah untuk menghindari pemboman Israel.

Hamas mengutuk Israel atas serangan tersebut.

Hamas menyebut serangan tersebut adalah perluasan ruang lingkup pembantaian yang dilakukan terhadap rakyat Palestina.

“Serangan tentara pendudukan Nazi terhadap kota Rafah malam ini... yang telah merenggut nyawa lebih dari seratus orang sejauh ini, dianggap sebagai kelanjutan dari perang genosida dan upaya pemindahan paksa yang dilakukan terhadap rakyat Palestina,” kata kelompok tersebut dalam siaran pers.

Sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Joe Biden pada hari Minggu (11/2/2024) memperingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak melancarkan serangan terhadap Rafah tanpa rencana yang kredibel dan dapat dilaksanakan untuk menjamin keselamatan warga sipil.

Rekomendasi Untuk Anda

Netanyahu menjanjikan perjalanan yang aman bagi warga Palestina di Rafah.

Tetapi nyatanya, ketidakjelasan mengenai rencana evakuasi memicu kekhawatiran bahwa warga Palestina mungkin akan terdorong ke Semenanjung Sinai di Mesir, yang memicu ketegangan dengan Kairo.

Netanyahu pada hari Minggu mengatakan kepada Fox News bahwa ada banyak ruang di utara Rafah.

"Di situlah kami akan mengarahkan mereka," katanya, tanpa menentukan dengan jelas bagian Gaza mana yang aman untuk evakuasi.

(Tribunnews.comm, Tiara Shelavie)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas