Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 16:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

2.957 Tenaga Kerja Asing Ada di Miyazaki Jepang, 359 di Antaranya Pemagang dari Indonesia

Hingga 31 Januari 2024, tercatat sebanyak 359 pemagang Indonesia yang berada di Prefektur Miyazaki Jepang.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Dewi Agustina
zoom-in 2.957 Tenaga Kerja Asing Ada di Miyazaki Jepang, 359 di Antaranya Pemagang dari Indonesia
Koresponden Tribunnews.com/Richard Susilo
Hingga 31 Januari 2024, tercatat sebanyak 359 pemagang Indonesia yang berada di Prefektur Miyazaki Jepang. Jumlah pemagang Indonesia merupakan peringkat ke-2 terbanyak tenaga kerja asing yang ada di Miyazaki. 

Laporan Koresponden Tribunnews.com, Richard Susilo dari Jepang

TRIBUNNEWS.COM, TOKYO - Hingga 31 Januari 2024, tercatat sebanyak 359 pemagang Indonesia yang berada di Prefektur Miyazaki Jepang.

Jumlah ini merupakan peringkat ke-2 terbanyak tenaga kerja asing yang ada di Miyazaki.

Sementara jumlah total pemagang asing yang ada di Prefektur Miyazaki tercatat 2.957 orang.

"Proposal anggaran awal Kota Miyazaki untuk tahun fiskal baru 2024 diluncurkan minggu ini untuk sosialisasi lebih baik lagi dengan para tenaga kerja asing nantinya," ungkap sumber Tribunnews.com dari Pemerintah Kota Miyazaki, Jumat (23/2/2024).

Baca juga: Sebulan Pasca Gempa Noto Hanto Jepang, Para Pemagang Asing di Ishikawa Masih Merasa Cemas

Jumlah orang asing yang tinggal di Kota Miyazaki meningkat lebih dari dua kali lipat dalam 10 tahun terakhir, meskipun pernah menurun karena Covid-19.

Berdasarkan negara yang terbanyak yakni Vietnam, Indonesia, dan China adalah yang paling umum, sebagai pemagang teknis yang jumlahnya terus meningkat.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam keadaan ini, Kota Miyazaki telah memasukkan dalam proposal anggarannya biaya mendirikan layanan konsultasi khusus untuk orang asing.

"Masalah apa yang sebenarnya dimiliki orang asing yang belajar bahasa Jepang di Kota Miyazaki? Antara lain soal pemilahan pembuangan sampah, tidak mengerti bahasa Jepang," lanjutnya.

Belum lagi soal asuransi serta dokumen lain yang ada di Jepang.

"Bahkan jika mendengar adanya alarm gempa dan informasi tsunami, banyak yang tidak tahu harus berbuat apa saat itu," katanya.

Ada banyak kendala bahasa ketika orang asing tinggal di Miyazaki, seperti prosedur administrasi, tanggap bencana, dan cara mengunjungi rumah sakit.

Baca juga: Para Pemagang Indonesia Korban Gempa Ishikawa Dapat Bantuan dari NGO Jepang

Mengingat situasi ini, Kota Miyazaki telah memasukkan 8,6 juta yen dalam proposal anggaran awal untuk tahun fiskal baru sebagai upaya pembentukan pusat informasi satu atap, layanan konsultasi untuk orang asing.

"Situs ini akan menjadi pusat pertukaran yang berlokasi di Universitas Umum Miyazaki, yang akan berfungsi sebagai layanan konsultasi dalam 17 bahasa termasuk bahasa Indonesia," ungkapnya.

Sistem interpretasi video telah dipasang di konter yang memungkinkan orang asing untuk berkonsultasi.

Dukungan disediakan sehingga orang asing dapat tinggal di Miyazaki dengan tenang, seperti konsultasi tentang prosedur administrasi dan pekerjaan.

Jumlah pemagang Indonesia di Prefektur Miyagi, utara Jepang (Tohoku) tercatat sebanyak 1.041 orang. Indonesia menduduki peringkat 4 terbanyak setelah Vietnam, Nepal dan China. Foto data peserta magang di Prefektur Miyagi.
Jumlah pemagang Indonesia di Prefektur Miyagi, utara Jepang (Tohoku) tercatat sebanyak 1.041 orang. Indonesia menduduki peringkat 4 terbanyak setelah Vietnam, Nepal dan China. Foto data peserta magang di Prefektur Miyagi. (Foto Miyagi TV/Richard Susilo)
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas