Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Uni Eropa Laporkan Jumlah Tertinggi Pencari Suaka Sejak 2016

Uni Eropa menerima 1,14 juta permohonan suaka selama tahun 2023, tertinggi sejak krisis pengungsi 2016. Angka tersebut berpotensi…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Uni Eropa Laporkan Jumlah Tertinggi Pencari Suaka Sejak 2016
Deutsche Welle
Uni Eropa Laporkan Jumlah Tertinggi Pencari Suaka Sejak 2016 

Menurut angka EUAA, 43% permohonan suaka di Uni Eropa disetujui pada tahun 2023.

"Jika kita juga menambahkan jumlah orang yang mendapat status perlindungan berdasarkan hukum nasional, [tidak hanya internasional, maka jumlahnya sudah lebih dari 50 persen,” kata Woollard.

"Jadi mayoritas yang datang membutuhkan dan memiliki hak hukum atas perlindungan di Uni Eropa," tegasnya.

Silang ideologi jelang pemilu Eropa

Angka pengungsi tahunan diterbitkan di tengah musim kampanye jelang pemilihan Parlemen Eropa, bulan Juni mendatang.

Sebagaimana yang sudah-sudah, tema migrasi diperkirakan akan kembali hangat dibahas, terutama karena berpotensi besar menjadi lumbung suara partai-partai populis kanan.

Untuk mencegah badai hasutan, Desember lalu Uni Eropa mereformasi UU Keimigrasian yang mempercepat proses seleksi dan deportasi bagi pengungsi, serta pembentukan pusat-pusat penahanan di perbatasan.

"Kita harus ingat bahwa reformasi ini baru akan berlaku mulai tahun 2026," kata Alberto‑Horst Neidhardt dari Pusat Kebijakan Eropa.

Rekomendasi Untuk Anda

Jajak pendapat teranyar memperkirakan, partai AfD akan memenangkan sekitar 22 kursi dari kuota Jerman untuk Parlemen Eropa. Jumlah tersebut merupakan yang kedua tertinggi setelah partai-partai konservatif, yakni Uni Kristen Demokrat dan Uni Kristen Sosial.

"Saya sepenuhnya meyakini, partai-partai sayap kanan di Jerman dan negara lain akan menggunakan jumlah pencari suaka ini demi keuntungan mereka untuk mendorong agenda mereka,” kata Neidhardt.

Di sisi lain, "partai-partai arus utama, entah itu kanan-tengah, kiri-tengah atau liberal, bertaruh besar pada reformasi sistem keimigrasian, dengan harapan bahwa mereka akan bisa meyakinkan pemilih bahwa mereka mengontrol arus migrasi,” ujarnya.

Adapun AfD dan partai populis kanan lain berjanji akan mengurangi masuknya migran asing. Jika kelompok ekstrem kanan Eropa bisa mengenyampingkan perselisihan dan menyatukan kekuatan, bukan tidak mungkin mereka akan mampu mempengaruhi pembuatan Undang-undang di Parlemen Eropa.

(rzn/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas