Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Benarkah Israel telah membunuh 10.000 anggota Hamas?

Militer Israel mengatakan mereka telah membunuh lebih dari 10.000 petempur Hamas lewat berbagai serangan udara dan operasi darat.…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Benarkah Israel telah membunuh 10.000 anggota Hamas?
BBC Indonesia
Benarkah Israel telah membunuh 10.000 anggota Hamas? 

Kami juga berusaha menghitung jumlah klaim soal tewasnya kombatan Hamas di kanal utama IDF di Telegram. Kami menemukan 160 unggahan yang mengeklaim terjadinya pembunuhan para kombatan dengan jumlah korban spesifik, dengan total korban jiwa mencapai 714 orang.

Namun ada pula 247 rujukan yang menggunakan istilah seperti "beberapa", "puluhan" atau "ratusan" orang telah terbunuh, yang membuat usaha menghitung jumlah total korban jiwa menjadi tak mungkin dilakukan.

Ada sejumlah kesulitan dalam menghitung jumlah kematian kombatan di zona perang mana pun. Di Gaza, banyak petempur yang menggunakan pakaian sipil. Sebagian besar beroperasi di bawah tanah di jaringan terowongan, dan banyak korban jiwa berasal dari serangan udara.

Sejak awal serangan IDF ke Gaza, mereka telah menuduh Hamas menggunakan warga sipil sebagai tameng manusia.

Namun, sejumlah pakar khawatir bisa jadi IDF menganggap orang-orang non-kombatan sebagai petempur hanya karena mereka menjadi bagian dari pemerintahan wilayah yang dikelola Hamas.

Andreas Krieg, dosen senior di bidang studi keamanan di King's College London, mengatakan: "Israel mengambil pendekatan yang sangat luas terhadap 'keanggotaan Hamas', yang mencakup segala afiliasi dengan organisasi tersebut, termasuk pegawai negeri atau administrator."

Data korban jiwa untuk konflik saat ini dari Kementerian Kesehatan di Gaza menunjukkan kenaikan tajam dalam proporsi korban tewas perempuan dan anak-anak dibandingkan perang-perang sebelumnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Ini "mengindikasikan angka kematian warga sipil yang jauh lebih tinggi", menurut Rachel Taylor, direktur eksekutif Every Casualty Counts, organisasi berbasis di UK yang bertujuan mendata jumlah korban konflik kekerasan.

Hampir separuh dari populasi Gaza berusia di bawah 18 tahun dan sekitar 43% dari korban jiwa akibat perang adalah anak-anak. Taylor mengatakan fakta bahwa angka kematian yang ada nyaris sejalan dengan demografi masyarakat "mengindikasikan pembunuhan tanpa pandang bulu".

"Sebaliknya, pada 2014 persentase korban tewas pria di 'usia bertempur' tercatat cukup tinggi, tapi ini tidak terlalu terlihat saat ini," katanya.

Secara rata-rata, lebih dari 200 orang telah terbunuh tiap harinya sejak dimulainya konflik saat ini, merujuk data kementerian kesehatan di Gaza.

Laju pembunuhan tampaknya telah melambat dibandingkan dengan tahap-tahap awal konflik pada Oktober hingga Desember. Namun, para pakar mengatakan pada BBC bahwa jumlah korban tewas riil akibat serangan Israel kemungkinan jauh lebih tinggi karena banyak rumah sakit, yang biasanya mencatat angka kematian, kini tidak lagi beroperasi.

Angka-angka ini juga hanya memperhitungkan kematian karena serangan militer, dan tidak mencakup kematian karena kelaparan atau penyakit yang semakin menjadi perhatian berbagai lembaga bantuan internasional.

B'tselem, organisasi HAM yang berbasis di Yerusalem, mengatakan perang saat ini jauh lebih mematikan dibandingkan konflik-konflik sebelumnya antara Israel dan Gaza.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas