Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Jerman: Gerakan Fridays for Future Punya Strategi Baru

Alih-alih mogok sekolah untuk menuntut perlindungan iklim yang lebih baik, Fridays for Future sekarang mendukung pemogokan serikat…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Jerman: Gerakan Fridays for Future Punya Strategi Baru
Deutsche Welle
Jerman: Gerakan Fridays for Future Punya Strategi Baru 

Kini Fridays for Future mengubah strateginya. Mereka mengambil bagian dalam aksi mogok angkutan umum yang dilakukan oleh serikat pekerja ver.di. "Kita berkendara bersama” inilah slogan kedua organisasi dalam melakukan aliansi.

"Kami tidak akan lagi membiarkan pemerintahan koalisi membatasi transportasi lokal dan kebijakan iklim,” demikian isi seruan demonstrasi tersebut. "Sekarang adalah saatnya kita berkumpul dan berjuang bersama demi apa yang kita semua butuhkan untuk hidup."

FFF juga mengambil bagian dalam demonstrasi menentang ekstremisme sayap kanan yang telah berlangsung selama berminggu-minggu. "Beberapa tahun terakhir telah menunjukkan bahwa politik ramah iklim hanya bisa terwujud jika masyarakat sipil kuat dan demokrasi kuat,” ujar juru bicara FFF, Annika Rittmann.

Apakah FFF dan ver.di bisa bekerja sama?

Frank Werneke, ketua United Services Union ver.di, menyambut hangat dengan dukungan dari FFF. "Pencapaian tujuan iklim tidak mungkin diraih tanpa perubahan haluan transportasi yang nyata dan penguatan transportasi umum lokal yang berkelanjutan dan permanen. Itu sebabnya ver.di dan Fridays for Future berjuang Bersama," ujar Werneke.

Namun apakah kedua organisasi ini punya cukup persamaan? Dan apakah ada kemungkinan terjadi konflik kepentingan? Dieter Rucht, peneliti dari Free University of Berlin, percaya bahwa: "Kolaborasi dengan serikat pekerja akan terbatas pada beberapa bidang, misalnya promosi angkutan umum lokal. Saya tidak melihat adanya konflik kepentingan di sana."

Dalam gelombang protes menentang ekstremisme sayap kanan, Rucht mengatakan bahwa FFF hanya memainkan peran marginal. Kadang-kadang muncul sebagai kelompok pemrakarsa atau pendukung. "Namun ini lebih bersifat di atas kertas dibandingkan dengan aksi protes yang sebenarnya," kata Rucht.

Sementara juru bicara FFF Annika Rittmann percaya pada adanya kerja sama. "Apalagi di saat seperti ini, ketika wacana politik begitu terpolarisasi, kita dapat secara strategis memanfaatkan kekuatan penting dengan kemampuan kita untuk membentuk aliansi."

Rekomendasi Untuk Anda

Namun sosiolog Dieter Rucht merasa skeptis terhadap prospek Fridays for Future di masa depan.

"Kekuatan mobilisasi FFF telah menurun tajam. Peluang keberhasilan bagi kelompok individu seperti FFF sangat rendah. Jika ada, gerakan iklim hanya bisa berhasil secara keseluruhan berbagai kelompok dan - secara kebetulan - menjadi berpengaruh melalui dampak negatif iklim lainnya yang dirasakan dalam kehidupan masyarakat sehari-hari."

ae/hp

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas