Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Shehbaz Sharif Resmi Ditunjuk jadi Perdana Menteri Pakistan yang Baru

koalisi PML-N sepakat bahwa Sharif akan menjabat sebagai perdana menteri sementara wakil ketua PPP Asif Ali Zadari akan menjadi presiden.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Bobby W
Editor: Suci BangunDS
zoom-in Shehbaz Sharif Resmi Ditunjuk jadi Perdana Menteri Pakistan yang Baru
Aamir QURESHI / AFP
Shehbaz Sharif (tengah) berbicara dengan media sebelum menghadiri sidang di luar gedung Mahkamah Agung di Islamabad pada 7 April 2022. Kini, Shehbaz Sharif resmi dilantik sebagai perdana menteri Pakistan berikutnya. 

TRIBUNNEWS.COM - Penantian lama rakyat Pakistan terkait siapa Perdana Menteri mereka yang baru akhirnya terjawab.

Setelah berlangsungnya pemilu yang dipenuhi dengan tuduhan kecurangan dan ketidakberesan, pada hari Minggu (3/3/2024), Shehbaz Sharif resmi dilantik sebagai perdana menteri Pakistan berikutnya.

Sharif, yang berasal dari partai Pakistan Muslim League Nawaz (PML-N), adalah kandidat yang diusung oleh koalisi delapan partai baru,

Koalisi tersebut, terbentuk setelah tidak ada satu partai pun yang berhasil memenangkan mayoritas mutlak dalam pemilihan pada tanggal 8 Februari 2024 lalu.

Pada pertemuan Majelis Nasional yang baru terpilih pada hari Minggu, Sharif menang melawan Omer Ayub, yang merupakan kandidat dari partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI)

PTI sendiri adalah partai dari mantan perdana menteri Imran Khan yang sekarang akan menjadi oposisi di parlemen.

Sharif adalah adik laki-laki dari mantan perdana menteri sebanyak tiga kali, Nawaz Sharif, dan pernah menjabat sebagai perdana menteri sekali sebelumnya

Rekomendasi Untuk Anda

Nawaz sebelumnya menjabat dari April 2022 hingga Agustus 2023, setelah Khan digulingkan dari kekuasaan.

Dalam pidato kemenangannya, Sharif berterima kasih kepada kakaknya Nawaz, menyatakan bahwa dialah "orang yang membangun Pakistan".

Pemilihan Sharif sebagai perdana menteri datang setelah berminggu-minggu perdebatan dan tawar-menawar politik, menyusul pemilihan Februari yang kontroversial.

PTI menantang serangan keras untuk memenangkan kursi terbanyak dalam pemilihan, tetapi tidak cukup untuk membentuk mayoritas mutlak.

Baca juga: Terjunkan Bantuan Lewat Jalur Udara ke Gaza, AS Tuai Kritik, Palestina: Lemah dan Terpinggirkan

Dalam beberapa hari berikutnya, PML-N - yang secara luas diharapkan akan memenangkan setelah mendapat dukungan tersirat dari militer Pakistan yang kuat mulai bernegosiasi dengan partai Pakistan People's party (PPP) dan partai-partai lainnya.

Aliansi ini dibentuk sebagai kekuatan pemerintahan mayoritas yang dapat menjauhkan PTI dari kekuasaan.

Melalui perundingan tersebut, koalisi PML-N sepakat bahwa Sharif akan menjabat sebagai perdana menteri sementara wakil ketua PPP Asif Ali Zadari akan menjadi presiden.

Partai-partai kecil lainnya yang bergabung dalam koalisi akan diberikan pos-pos kabinet.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas