Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Hamas Masih Buka Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza selama Ramadhan

Ketua Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan bahwa pihaknya masih membuka pembicaraan gencatan senjata di Gaza dengan Israel selama Ramadhan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hamas Masih Buka Negosiasi Gencatan Senjata di Gaza selama Ramadhan
Kementerian Luar Negeri Iran / AFP
Gambar selebaran yang disediakan oleh Kementerian Luar Negeri Iran pada tanggal 20 Desember 2023 ini menunjukkan pemimpin Hamas yang berbasis di Qatar Ismail Haniyeh berbicara kepada wartawan saat dia menyambut Menteri Luar Negeri Iran (tidak dalam gambar), di Doha. 

TRIBUNNEWS.COM - Ketua Hamas, Ismail Haniyeh mengatakan pada hari Minggu bahwa pihaknya masih membuka pembicaraan gencatan senjata di Gaza dengan Israel selama Ramadhan.

“Saya katakan dengan jelas bahwa pihak yang memikul tanggung jawab atas tidak tercapainya kesepakatan adalah pendudukan (Israel). Namun, saya katakan bahwa kami terbuka untuk melanjutkan perundingan,” kata Haniyeh dalam pidatonya, dikutip dari Al-Arabiya.

Saat ini, perundingan gencatan senjata yang ditengahi oleh Amerika Serikat, Qatar dan Mesir telah memasuki bulan keenam.

Namun hingga memasuki bulan Ramadhan ini, perundingan gencatan senjata belum mencapai kesepakatan antara kedua pihak.

Haniyeh mengatakan saat ini Israel tidak mau memenuhi persyaratan yang diusulkan Hamas.

Persyaratan Hamas adalah gencatan senjata permanen, penarikan Israel dari Gaza, kembalinya warga Gaza ke rumah mereka dan meningkatkan akses bantuan.

Namun Israel menolak menarik pasukannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Hal tesebut diungkapkan oleh Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu.

Netanyahu mengatakan Israel akan tetap melancarkan serangannya, meski telah ada kesepakatan gencatan senjata.

Haniyeh mengatakan upaya yang dilakukan Israel dalam menghancurkan Gaza gagal.

"Pendudukan juga gagal menggusur rakyat kami dan memecah belah Jalur Gaza meskipun terjadi banyak pembantaian dan pembersihan etnis serta genosida yang dilakukan terhadap rakyat Palestina kami," katanya, dikutip dari Anadolu Ajansi.

Haniyeh juga menegaskan bahwa Hamas sedang memantau pengaturan situasi internal Palestina dan lebih peduli terhadap persatuan rakyat Palestina dan membangun kembali komponen politik dan kepemimpinannya di atas fondasi yang benar dan kuat.

Baca juga: Perang Israel-Hamas Menjangkau Piala Oscar, Artis-artis Kenakan Pin Dukung Gencatan Senjata

Dalam pidatonya, Haniyeh mengatakan dirinya telah mencoba menghubungi mediator, namun tidak terjawab.

“Jika kami menerima posisi yang jelas dari saudara-saudara mediator mengenai pendudukan dengan komitmen mereka untuk menarik diri, menghentikan agresi, dan memulangkan para pengungsi, maka kami siap” untuk menyelesaikan kesepakatan, katanya.

Konflik Palestina vs Israel

Israel telah melancarkan serangan militer mematikan di Jalur Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas