Perang Rusia-Ukraina Hari ke-749: Legiun Pro-Ukraina Serbu Pos Rusia di Perbatasan
Perang Rusia-Ukraina hari ke-749: Legiun Pro-Ukraina serbu pos pemeriksaan Rusia di Kursk, perbatasan dengan Ukraina.
Penulis:
Yunita Rahmayanti
Editor:
Whiesa Daniswara
Kelompok pro-Ukraina juga merilis rekaman tentara yang mereka klaim sebagai tawanan Rusia.
Kementerian Pertahanan Rusia mengklaim serangan tersebut berhasil digagalkan namun tidak memberikan bukti.
3 Tewas akibat Rudal Rusia di Kryvyi
Sebuah rudal Rusia menghantam dua gedung apartemen di kota Kryvyi Rih di Ukraina tengah pada Selasa (12/3/2024) malam.
Tiga orang tewas dan sedikitnya 38 orang termasuk 10 anak-anak terluka.
Prancis-Ukraina Jalin Kerja Sama Militer 10 Tahun
Anggota parlemen Prancis mendukung perjanjian keamanan dengan Ukraina selama 10 tahun.
Perjanjian itu mencakup komitmen Paris untuk mengirimkan lebih banyak senjata, melatih tentara, dan mengirimkan bantuan militer hingga €3 miliar.
Setelah perdebatan yang menegangkan, anggota parlemen Perancis mendukung perjanjian itu dengan selisih yang besar, dengan 372 suara mendukung dan 99 menentang, sementara 101 abstain.
Turki Minta Rusia Diundang di Perundingan Damai dengan Ukraina
Presiden Turki, Recep Tayyip Erdoğan, meminta agar Rusia juga diundang ke acara perundingan perdamaian untuk Ukraina.
“Rencana perdamaian tanpa Rusia tidak akan membuahkan hasil apa pun," katanya pada jamuan makan malam puasa Ramadhan dengan duta besar asing di Ankara, Turki pada Selasa.
Rencananya, KTT perdamaian Ukraina yang akan digelar di Swiss tidak akan dihadiri Rusia.
Erdogan mengatakan segala tindakan yang akan memperburuk perang di Ukraina dan kemungkinan menyebarkan konflik ke NATO harus dihindari, dikutip dari Al Jazeera.
Intelijen Ukraina Tangkap 15 Pengkhianat
Badan intelijen Ukraina (SBU) mengatakan pihaknya menemukan 15 anggota jaringan yang diduga terlibat dalam sabotase informasi pro-Rusia.
SBU menahan empat dari mereka, termasuk seorang ulama di Gereja Ortodoks Ukraina (UOC) yang terkait dengan Moskow.
SBU mengatakan jaringan itu terkait dengan Dinas Keamanan Federal (FSB) Rusia.
(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)
Baca tanpa iklan