Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Redupnya Kebebasan Ekonomi Lukai Reputasi Hong Kong

Perusahaan asing bersiap hengkang ketika pemerintah Hong Kong berniat memperluas implementasi UU Keamanan Nasional Cina. Apakah eksodus…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Redupnya Kebebasan Ekonomi Lukai Reputasi Hong Kong
Deutsche Welle
Redupnya Kebebasan Ekonomi Lukai Reputasi Hong Kong 

Hong Kong juga untuk pertama kalinya merosot ke peringkat kedua dalam Indeks Kebebasan Ekonomi. Ia disalip Singapura yang kini memiliki 4.200 perusahaan multinasional, dibandingkan Hong Kong sebesar 1.336.

Keputusan pelaku usaha meninggalkan Hong Kong biasanya karena ingin menjauhi Beijing seiring eskalasi konflik geopolitik dengan AS. Terlebih kini, ketika AS membatasi akses perusahaan Cina terhadap produk semikonduktor berteknologi tinggi.

Peran baru bagi ekonomi Cina

"Jika Anda melihat lima pilar Hong Kong sebagai pusat keuangan, di samping pasar saham, ada empat pilar lain, yakni pasar obligasi, sektor asuransi, manajemen aset dan perbankan, semuanya mengalami perbaikan," kata Heiwai Tang, direktur Asia Global Institute di Universitas Hong Kong.

Menurut hasil risetnya sendiri, Tang mengklaim Hong Kong belakangan banyak menerima masuknya tenaga kerja muda yang berpendidikan tinggi. Selain itu, sistem hukum di Hong Kong masih terpisah sepenuhnya dari Cina dan tetap "independen, transparan dan adil."

Dia memprediksi, Hong Kong akan mempertahankan statusnya sebagai gerbang menuju Cina, bukan untuk negara Barat, tapi untuk perusahaan-perusahaan Asia dan Timur Tengah.

"Adalah hal prematur untuk memvonis Hong Kong telah berakhir dan bahwa kota ini tidak lagi hidup, tidak penting buat Cina atau dunia," tukasnya.

Bagi Mark Williams, ekonom kepala untuk Asia di Capital Economics, Inggris, Hong Kong kini bisa menjemput peran baru bagi perusahaan Cina yang ingin merambah pasar internasional. "Hong Kong menjelma dari pusat keuangan internasional menjadi sentra bisnis lepas pantai bagi Cina," kata dia.

Rekomendasi Untuk Anda

"Dulu, Hong Kong harus bersaing dengan pusat keuangan lain untuk menjaring perusahaan Cina. Tapi perusahaan Cina kini khawatir mencatatkan diri di lantai bursa London atau New York. Bagi mereka, Hong Kong merupakan stau-satunya pusat keuangan global yang mampu menawarkan jaminan keamanan terhadap ketegangan geopolitik.

rzn/hp

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas