Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Gerakan Sunflower Taiwan Beri Ruang Anak Muda untuk Bicara

Gerakan Sunflower sempat menggemparkan Taiwan satu dekade silam, setelah Taipei mencoba memaksa kesepakatan yang tak jelas dengan…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Gerakan Sunflower Taiwan Beri Ruang Anak Muda untuk Bicara
Deutsche Welle
Gerakan Sunflower Taiwan Beri Ruang Anak Muda untuk Bicara 

Dan publik mungkin tidak sepenuhnya menentang ide tersebut. Banyak yang berpendapat bahwa mereka tidak memprotes perjanjian itu sendiri, tapi lebih pada cara diam-diam yang dilakukan pemerintah untuk mendorongnya.

Ada juga yang masih mendukung kesepakatan tersebut, percaya bahwa gerakan mahasiswa telah merusak manfaat yang bisa diberikan oleh pasar Cina kepada industri-industri tertentu.

Mungkinkah generasi muda merangkul populisme?

Selain kebijakan lintas selatnya, Ko Wen-je dipandang oleh banyak orang terlalu konservatif dalam hal pernikahan sesama jenis dan kesetaraan gender.

Lai Yu-fen, 28 tahun, yang sempat menjabat sebagai juru bicara Gerakan Sunflower, mengatakan bahwa "mengkhawatirkan" untuk melihat "orang-orang muda mendukung seorang politisi populis," tetapi menunjukkan bahwa Taiwan bukanlah kasus yang unik.

"Anda dapat melihat di Eropa, di Amerika Serikat dan Korea Selatan dan Jepang, banyak pemilih muda sekarang cenderung memilih politisi sayap kanan, lebih konservatif, lebih tradisional," katanya kepada DW. "Dan ada perpecahan di antara lelaki dan perempuan."

Kepada DW, Hioe mengatakan bahwa bagi generasi muda, DPP telah berkuasa hampir sepanjang masa dewasa mereka dan wajar jika mereka menginginkan perubahan dengan fokus yang lebih besar pada isu-isu domestik.

Mahasiswa muda terinspirasi dari protes tahun 2014

Bagi Li Cheng-ai, mahasiswa berusia 19 tahun yang termasuk dalam Gen Z, Gerakan Bunga Matahari masih menjadi inspirasi yang meningkatkan kesadarannya akan isu-isu lintas selat. Li Cheng-ai juga menyaksikan berbagai peristiwa lain selama 10 tahun terakhir yang membuat banyak generasinya menyimpulkan bahwa "kami berbeda dengan Cina", terutama protes anti-ekstradisi Hong Kong pada tahun 2019.

Rekomendasi Untuk Anda

Li Cheng-ai secara pribadi menghadiri protes Bunga Matahari pada tahun 2014 pada usia 9 tahun, ketika orang tuanya mengajaknya untuk bergabung dalam demonstrasi di Taipei.

"Menurut saya para pemimpin seperti Lin Fei-fan dalam gerakan mahasiswa sangat mengagumkan, dan saya ingin menjadi seperti mereka," katanya kepada DW. "Hal itu menunjukkan kepada kaum muda kekuatan yang kita miliki ketika kita bersatu untuk tujuan bersama."

(mh/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas