Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Mengapa ISIS menyerang Rusia dan menganggapnya sebagai musuh?

ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas serangan mematikan di auditorium konser di Crocus, Moskow, Rusia. Ada sejumlah faktor yang…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengapa ISIS menyerang Rusia dan menganggapnya sebagai musuh?
BBC Indonesia
Mengapa ISIS menyerang Rusia dan menganggapnya sebagai musuh? 

Beberapa jam setelah serangan bersenjata terjadi di gedung konser di utara Moskow, pada Jumat (22/03) lalu, ISIS mengeklaim bertanggung jawab atas peristiwa itu melalui saluran Telegram mereka.

Mereka mempublikasikan video-video serangan tersebut sebagai bukti atas klaim mereka.

Keterlibatan ISIS itu diperkuat oleh peringatan Amerika Serikat terhadap warga negaranya di Rusia sejak beberapa hari sebelum kejadian. Kedutaan Besar AS di Moskow mengimbau warganya untuk menghindari ruang publik karena ancaman serangan “ekstremis”.

Washington DC memastikan bahwa mereka telah memperingatkan Moskow.

Namun, Moskow kini bungkam dan tidak diketahui rincian dari peringatan yang dimaksud mengingat hubungan kedua negara sedang tegang akibat perang di Ukraina.

Rusia telah mengungkap identitas keempat tersangka pelaku penyerangan pada Minggu (24/03) yang telah menewaskan setidaknya 137 orang dan lebih dari 100 orang lainnya terluka.

Rusia mendakwa mereka atas tindakan “terorisme”.

Rekomendasi Untuk Anda

Para saksi mata bercerita kepada BBC bahwa orang-orang berpakaian coklat menerobos masuk ke Balai Kota Crocus sesaat sebelum pukul 20.00, lalu menembakkan senapan serbu dan melempar bom molotov ke arah penonton konser band rock Picnic.

Serangan itu menyebabkan auditorium terbakar. Sebagian atapnya runtuh, dan api menjalar ke area depan Crocus sehingga menghancurkan dua lantai teratas.

Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Rusia mengenai siapa yang bertanggung jawab di balik serangan tersebut. Namun saluran propaganda Rusia mengeklaim bahwa pernyataan ISIS itu tidak benar.

Pihak berwenang juga belum merinci motif di balik serangan tersebut, serta apakah keempat tersangka yang didakwa adalah anggota ISIS.

Di tengah ketidakpastian ini, sejumlah pakar menjelaskan mengapa Rusia menjadi target ISIS dan seberapa besar kemungkinan organisisasi ini benar-benar bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Faktor Taliban

ISIS punya riwayat serangan yang kejam terhadap Rusia. Pada 2015, ISIS mengaku bertanggung jawab atas ledakan pesawat Rusia yang mengangkut 24 orang ketika lepas landas dari Mesir.

Pada 2022, ISIS menyerang Kedutaan Rusia di Kabul, menewaskan dua diplomat Rusia dan empat warga Afghanistan.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas