Kenapa Amerika Serikat Peringatkan Rusia soal Bahaya Teror ISIS?
AS sempat peringatkan Rusia beberapa pekan sebelum serangan teror di Crocus City Hall, Moskow, yang menewaskan 130 orang. Karena meski…
"Dinas rahasia Barat saling berbagi informasi secara terus-menerus. Setiap petunjuk akan diteruskan untuk kemudian diproses oleh otoritas di negara masing-masing. Seringkali, informasi yang didapat tidak terbukti benar. Tapi jika ada yang ditemukan, maka akan ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penangkapan," kata Götschenberg.
Contohnya, informasi terkait kemungkinan serangan ISIS-K terhadap katedral di kota Köln yang didatangi jutaan turis setiap tahunnya dan sebuah acara pesta rakyat, ditanggapi secara serius oleh dinas intelejen Jerman.
Beberapa minggu lalu, aparat keamanan di kota Gera, Jerman menangkap dua tersangka anggota ISIS-K yang diduga merencanakan serangan teror di parlemen Swedia.
Di AS, doktrin "kewajiban untuk memperingatkan," sudah tertanam dalam UU Intelijen tahun 1947 dan Keputusan Presiden di era Ronald Reagan tahun 1981. Kerja sama antarnegara terutama menguat sejak peristiwa runtuhnya menara kembar World Trade Center di New York akibat serangan teror Al-Qaida tahun 2001 yang menewaskan hampir 3.000 orang.
"Peristiwa 11 September memainkan peran yang sangat besar,” kata Götschenberg.
"AS bersumpah tidak akan lagi mengulangi kejadian, di mana informasi penting tidak disebarkan. Kebijakan itu berlanjut hingga hari ini."
rzn/as

Baca tanpa iklan