Founder WCK Sebut Israel Serang Stafnya secara Sistematis: IDF Tahu Persis Pergerakan Kami
Pembunuhan pekerja bantuan World Central Kitchen di Gaza oleh tentara Israel adalah tindakan yang sistematis, kata pendiri badan amal tersebut.
Penulis:
Tiara Shelavie
Editor:
Sri Juliati
TRIBUNNEWS.COM - Koki selebriti sekaligus pendiri World Central Kitchen (WCK), Jose Andres mengatakan, 7 stafnya yang tewas di Gaza, diserang oleh Israel secara sistematis, mobil per mobil.
Berbicara melalui panggilan video kepada Reuters, Rabu (3/4/2024), Andres mengatakan badan amalnya itu sudah berkomunikasi dengan militer Israel secara jelas.
Andres menyebut IDF tahu betul pergerakan pekerjanya itu di Gaza.
"Ini bukan cuma sekedar situasi apes seperti 'oops kami menjatuhkan bom di tempat yang salah'," ujar Andres.
"Kami memasang logo di atas mobil, logo berwarna yang kami banggakan."
"Sangat jelas siapa kami dan apa yang kami lakukan."
Andres mengatakan IDF mengetahui keberadaan konvoi timnya.
Ia pun menyerukan penyelidikan atas insiden tersebut kepada pemerintah AS dan negara asal para setiap pekerja bantuan yang terbunuh.
Tujuh pekerja bantuan World Central Kitchen yang terbunuh di antaranya warga negara Australia, Inggris, dan Amerika.
"Mereka menargetkan kami di zona dekonflik, di wilayah yang dikuasai IDF. Mereka mengetahui bahwa tim kami sedang bergerak di jalan itu dengan tiga mobil," katanya.
Para pekerja bantuan WCK tewas ketika mobil konvoi mereka dihantam tak lama setelah mereka mengawasi pembongkaran 100 ton makanan yang dibawa ke Gaza melalui laut.
Baca juga: Pakar PBB: Israel Paham Negara Arab Bakal Diam Saja Soal Gaza, Sengaja Bunuh Relawan WCK
Militer Israel menyatakan kesedihan yang mendalam atas insiden tersebut.
Sementara Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyebut serangan itu tidak disengaja.
Andres mengatakan mungkin ada lebih dari tiga serangan terhadap konvoi bantuan tersebut.
Dia tidak mau menerima pernyataan Israel dan AS yang menyebut serangan itu tidak disengaja.
Baca tanpa iklan