Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Mengapa polisi Rusia menggerebek pesta seks?

LBGTQ dianggap sebagai kelompok ekstremis di Rusia. Operasi aparat keamanan Rusia terhadap berbagai klub malam membuat komunitas ini…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mengapa polisi Rusia menggerebek pesta seks?
BBC Indonesia
Mengapa polisi Rusia menggerebek pesta seks? 

Pesta “Blue Velvet” yang digerebek tidak melakukan apa pun yang dianggap sebagai kejahatan, klaim Stanislav Slovikovsky kepada BBC News Rusia.

Slovikovsky mengatakan, pada pesta itu terdapat pertunjukan erotis dan beberapa di antaranya memiliki unsur BDSM, berbagai praktik seksual atau permainan peran di mana para peserta diundang untuk terlibat.

Pada saat yang sama, kata Slovikovsky, tidak ada ekspektasi atau tekanan terhadap para tamu untuk melakukan hubungan intim.

Kepolisian Kota Yekaterinburg kemudian membuat klaim bahwa aparat keamanan sedang melakukan serangan “pencegahan” malam itu.

“Tidak ada yang bisa mengesampingkan bahwa komunitas LGBT dapat mengadakan pertemuan mereka dengan menyamar sebagai pesta BDSM,” kata Dmitry Choukreev, anggota Dewan Publik Yekaterinburg.

Meskipun tindakan keras pihak berwenang terhadap komunitas LGBTQ meningkat dalam beberapa tahun terakhir, Choukreev menyebut “orang-orang ini belum hilang”.

“Mereka masih perlu menghibur diri dan mengimplementasikan ide-idenya. Mereka mungkin mengadakan acara yang menyamar sebagai BDSM, yang untuk saat ini tidak dilarang,” ujarnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Pesta seks di Rusia telah bermunculan di kota-kota besar selama satu dekade terakhir, sebagian besar terbatas pada lingkungan perkotaan kosmopolitan.

Diperkirakan hanya sebagian kecil penduduk yang bergabung ke komunitas ini, antara lain kelas menengah yang memiliki pekerjaan di industri kreatif atau teknologi informasi.

Komunitas ini menjadi lambang liberalisme dan toleransi dalam masyarakat Rusia. Namun dengan munculnya sejumlah regulasi baru yang konservatif ini, komunitas tersebut berkembang di bawah tanah.

Skandal 'Hampir Telanjang'

Tindakan keras pihak berwenang Rusia terhadap pesta seks semakin banyak pada Desember lalu. Salah satu pemicunya adalah pesta ulang tahun artis media sosial sekaligus pembawa acara televisi, Anastasiya Ivleeva.

Di pesta itu, para tamu diminta untuk tampil dengan pakaian “hampir telanjang”.

Pesta tersebut dipublikasikan di media sosial. Sejumlah peserta pesta itu adalah selebriti papan atas Rusia, termasuk tokoh media Rusia Kseniya Sobchak, putri dari rekan lama dan mentor Vladimir Putin, Anatoly Sobchak, serta penyanyi Philipp Kirkorov.

Meskipun sebagian besar pakaiannya yang dipakai peserta pesta itu adalah pakaian dalam bertali, beberapa tamu memakai pakaian yang lebih terbuka. Penyanyi rap Vacio, misalnya, memakai kaus kaki di alat kelaminnya.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 2/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas