Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Mesir: Kala Invstasi Asing Menjadi Penyelamat Ekonomi

Investasi internasional baru-baru ini menjadi penyelamat perekonomian Mesir. Kini, Presiden el-Sissi harus melakukan reformasi besar-besaran…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Mesir: Kala Invstasi Asing Menjadi Penyelamat Ekonomi
Deutsche Welle
Mesir: Kala Invstasi Asing Menjadi Penyelamat Ekonomi 

"Pendanaan dari IMF dan UE didasarkan pada upaya Mesir untuk melakukan serangkaian reformasi yang signifikan, namun melakukan reformasi ini dengan cara yang bermakna akan mengharuskan pemerintah Mesir melakukan perubahan besar dalam kebijakan ekonomi yang telah diterapkan sejauh ini,” Anthony Dworkin, peneliti kebijakan senior di Dewan Hubungan Luar Negeri Eropa, mengatakan kepada DW.

"Ada risiko besar bahwa Mesir akan mencoba menggunakan bantuan yang telah diberikan untuk menghindari reformasi yang sulit ini, dengan mengandalkan kepentingan geopolitiknya dan risiko ketidakstabilan yang memungkinkannya lepas dari persyaratan,” tambah Dworkin.

Konflik kepentingan internasional

Selain struktur domestik yang rumit di Mesir, investor lain, seperti Uni Emirat Arab atau Arab Saudi, mempunyai agenda sendiri yang didukung oleh jumlah yang jauh melebihi pendanaan institusional saat ini.

Keprihatinan utama mereka di kawasan ini adalah memiliki negara tetangga yang stabil. Sebaliknya, investasi tidak terlalu terkait dengan permintaan perubahan atau reformasi, melainkan bertujuan untuk menstabilkan perekonomian yang ada.

Namun, Mesir tidak hanya bergantung pada dukungan regional, sehingga memberikan pengaruh kepada badan-badan internasional.

"Sangat penting bagi UE dan IMF untuk memastikan bahwa reformasi yang berarti benar-benar terjadi sebagai imbalan atas sejumlah pendanaan yang mereka berikan,” kata Dworkin kepada DW.

Kaldas setuju, "Jika kondisinya tidak tepat sasaran dan tidak ditegakkan dengan ketat, para pemimpin Mesir kemungkinan besar akan memandang dana baru tersebut sebagai bentuk dukungan mereka karena Mesir dianggap terlalu besar untuk gagal, dengan asumsi bahwa dana tersebut akan mengalir tanpa perlu reformasi dan negara itu tetap akan mendapat dana talangan jika ekonomi Mesir terpuruk lagi." (rs/hp )

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas