Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Cina Produksi Teknologi Hijau Secara Berlebihan?

Cina hadapi menghadapi sentimen negara-negara Barat atas praktik subsidi besar dan ekspornya agresif. AS dan UE berupaya menjaga sektor…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Cina Produksi Teknologi Hijau Secara Berlebihan?
Deutsche Welle
Cina Produksi Teknologi Hijau Secara Berlebihan? 

Terlepas dari adanya ancaman EV buatan Cina yang lebih murah, beberapa produsen mobil justru skeptis tentang penyelidikan Uni Eropa terhadap subsidi Beijing itu karena perusahaan seperti Volkswagen Jerman dan Tesla AS juga ikut menerima keuntungannya, kata Langhammer.

"Mereka [produsen mobil Eropa] mengatakan bahwa pihaknya dapat bersaing dengan Cina. Produsen mobil Jerman memiliki seperempat dari investasi asing langsung mereka di Cina dan juga mendapat manfaat dari subsidi Cina dan mereka takut akan adanya pembalasan," kata Langhammer, mengacu pada kemungkinan tindakan balas-membalas yang mungkin dilakukan oleh Beijing, jika tarif Uni Eropa jadi lebih tinggi.

Washington khawatir bahwa perusahaan-perusahaan Cina akan menggunakan celah dalam kesepakatan perdagangan AS dengan Meksiko dan Kanada, untuk menghindari tarif impor yang lebih tinggi dengan memproduksi mobil listrik bermerek Cina di dua negara tetangga tersebut. Undang-undang baru telah diajukan untuk mengatasi hal tersebut.

Krisis tenaga surya menjadi peringatan bagi sektor kendaraan listrik

Sektor energi hijau Eropa telah terpukul oleh impor panel surya murah dari Cina, yang telah membunuh beberapa industri domestik dan mendorong penyelidikan antisubsidi Uni Eropa. Meski negara-negara UE menetapkan kapasitas tenaga surya yang mencapai rekor tahun lalu, di mana 40% lebih banyak daripada 2022, sebagian besar panel dan suku cadangnya justru berasal dari Cina, menurut data Badan Energi Internasional.

"Sudah pasti ada kasus bahwa Cina membuang berlebih panel surya di pasar global," kata Setser. "Pabrik-pabrik di Cina memproduksi panel surya dua sampai tiga kali lipat lebih banyak dari yang digunakan dunia saat ini," yang menurutnya menyebabkan "harga jual yang anjlok."

Minggu ini, UE mengumumkan sebuah penyelidikan antisubsidi secara terpisah terhadap industri turbin angin asal Cina. Negara itu berupaya untuk mendominasi rantai pasokan global dan merupakan mitra di beberapa pembangkit listrik tenaga angin di Spanyol, Yunani, Perancis, Rumania dan Bulgaria.

Sementara itu, perusahaan kereta api milik negara Cina, CRRC, terpaksa menarik diri dari tawaran resmi di Bulgaria pada Februari, setelah Brussel mengumumkan penyelidikan atas subsidi yang diterimanya dari Beijing.

Strategi usang Cina untuk mendominasi pasar

Rekomendasi Untuk Anda

Komisioner Persaingan Usaha Eropa, Margrethe Vestager, menjelaskan strategi Cina dalam mendominasi sektor energi hijau dalam pidatonya di Universitas Princeton pekan ini. Melihat bagaimana Cina pertama kali menarik investasi asing melalui upaya bersamanya, dia mengatakan bahwa negara itu "tidak selalu berada di atas angin" untuk memperoleh pengetahuan teknologi hijaunya. Cina kemudian menutup pasarnya sendiri untuk perusahaan-perusahaan asing sebelum mengekspor kelebihan kapasitas ke seluruh dunia dengan harga yang lebih rendah dan disubsidi, katanya.

Beijing bahkan menuduh AS dan UE menggunakan proteksionisme untuk mencoba menghentikan kemajuan ekonomi Cina. Cina berada di jalur yang tepat untuk menyalip AS sebagai ekonomi terbesar di dunia di medio 2040-an mendatang, dan para pemimpin Cina telah meningkatkan investasi di industri teknologi tingginya.

Namun, para analis berpendapat bahwa Cina tidak akan berhasil tanpa pasar yang kuat dan stabilitas pada produk-produknya, yang seharusnya memberi para pemimpin AS dan UE keunggulan dalam negosiasi dengan Beijing.

"Kita harus bersiap untuk bersaing keras dengan Cina," kata Langhammer kepada DW. "Untuk mobil listrik dan teknologi ramah lingkungan, AS dan UE adalah pasar luar negeri yang paling penting, dan Cina membutuhkan akses."

(kp/rs)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas