Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

IAEA: Ambisi Nuklir Iran Baru Sebatas Spekulasi

IAEA belum bisa melakukan verifikasi apakah Iran sudah mampu memproduksi senjata nuklir, lantaran minimnya akses pengawasan dan informasi.…

zoom-in IAEA: Ambisi Nuklir Iran Baru Sebatas Spekulasi
Deutsche Welle
IAEA: Ambisi Nuklir Iran Baru Sebatas Spekulasi 

Fatwa haram senjata nuklir oleh Ayatollah Ali Khamenei tidak mengendurkan niat pemerintah Iran memperkaya uranium ke level eksplosif.

Seperti dilansir dari Institute for the Study of War yang mengutip media Inggris, Iran International, anggota Komite Parlemen untuk Keamanan Nasional, Javad Karimi Ghodousi, mengindikasikan Iran sekarang mampu menjalankan uji coba bom atom dalam satu pekan, jika diizinkan, tulisnya di X (dulu Twitter, Senin (22/4).

Namun dalam wawancara dengan DW, Rafael Grossi, direktur jenderal Badan Energi Atom Internasional, IAEA, mewanti-wanti terhadap tafsir berlebih program nuklir Iran.

Menurut Grossi, program pengayaan uranium Iran memang cuma butuh "beberapa pekan ketimbang bulan,” untuk memproduksi bahan baku senjata nuklir.

"Tapi itu bukan artinya Iran sudah punya atau akan punya bom atom dalam rentang waktu tersebut,” imbuhnya.

"Hulu ledak nuklir yang fungsional membutuhkan banyak hal lain yang tidak terkait dengan produksi bahan baku fisi,” kata Grossi.

Dia menekankan, tuduhan bahwa Iran ingin membangun senjata nuklir, saat ini "masih sebatas spekulasi.”

Rekomendasi Untuk Anda

Iran selama ini bersikeras program pengayaan uraniumnya untuk tujuan damai, yakni untuk keperluan medis dan sipil.

Tapi klaim Teheran itu tidak pula bisa diverifikasi, karena langkah Iran membatasi akses dan mencabut kamera pengawas IAEA di fasilitas nuklirnya, setelah Amerika Serikat membatalkan Perjanjian Nuklir secara sepihak pada 2016 lalu.

IAEA tuntut akses di Iran

Keterbatasan akses dan pengawasan menjadi isu terbesar bagi IAEA untuk mengumpulkan fakta terkait program nuklir Iran. Hal ini, menurut Grossi, semakin mengompori spekulasi.

"Saya sudah berulangkali mengatakan kepada rekan sejawat kami di Iran, bahwa aktivitas mereka menimbulkan tanda tanya, ditambah lagi dengan fakta bahwa kami tidak mendapat akses dan visibilitas yang diperlukan,” kata direktur jenderal IAEA itu.

"Jika Anda kaitkan semuanya, maka Anda tentunya akan memiliki banyak pertanyaan.” Dia merujuk pada temuan-temuan IAEA yang tidak terjawab, termasuk jejak uranium berkadar tinggi di lokasi-lokasi yang tidak diketahui sebelumnya.

"Hal ini sudah menjadi isu utama dalam dialog yang sudah berjalan dan terus diupayakan dengan Iran.”

Nuklir bukan sasaran perang

Eskalasi yang sempat memuncak antara Israel dan Iran turut diwaspadai IAEA yang mengkhawatirkan skenario terburuk. "Menyerang fasilitas nuklir sama sekali dilarang,” kata dia.

Dia juga menyinggung wacana tentang pengembangan atau penggunaan senjata nuklir yang menurutnya mulai marak dibahas, tapi malah berpotensi melemahkan rejim nonproliferasi nuklir.

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas