Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Menuju Kick-Off
00
Hari
00
Jam
00
Menit
00
Detik
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 02:00 WIB
Mexico
Meksiko
VS
South Africa
Afrika Selatan
Grup A - Matchday 1
Jumat, 12 Juni 2026 | 09:00 WIB
South Korea
Korea Selatan
VS
Czechia
Ceko
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Hamas Tiba di Kairo, Disambut Ancaman AS yang Minta Qatar Usir Hamas Jika Tolak Proposal Israel

AS telah meminta Qatar untuk mengusir gerakan Hamas dari wilayahnya jika gerakan tersebut menolak untuk setuju pada Israel dalam negosiasi

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Hamas Tiba di Kairo, Disambut Ancaman AS yang Minta Qatar Usir Hamas Jika Tolak Proposal Israel
khaberni
Seorang anak membawa simbol gerakan Hamas dalam sebuah pawai di Gaza. Hamas akan memberikan jawaban mereka atas proposal dari Israel terkait negosiasi pertukaran sandera dan tahanan yang dimediasi Mesir, Qatar, dan Amerika Serikat, Sabtu (4/5/2024). 

Hamas Tiba di Kairo, Disambut Ancaman AS yang Minta Qatar Usir Delegasi Jika Tolak Proposal Israel

TRIBUNNEWS.COM - Gerakan Perlawanan Palestina Hamas,  pada Jumat (3/5/2024) mengatakan kalau delegasi mereka  akan tiba di Kairo pada Sabtu (4/5/2024) untuk menyelesaikan negosiasi pertukaran tahanan demi terjadinya gencatan senjata dengan Israel.

Negosiasi Hamas dan Israel itu dilakukan secara tidak langsung, menggunakan mediator Amerika Serikat (AS), Mesir, dan Qatar.

Baca juga: IDF Siap Mundur dari Koridor Netzarim, Harga Mahal Israel yang Kembali Tunduk pada Syarat Hamas

Israel sudah menawarkan proposal mereka -yang belakangan disebut final- ke Qatar dan Mesir untuk disampaikan ke Hamas.

Hamas membalas dengan menyatakan akan mempelajari proposal itu dengan faksi lain perlawanan Palestina.

Dalam sebuah pernyataan pers, gerakan tersebut menekankan semangat positif yang ditanggapinya ketika mempelajari proposal gencatan senjata yang diterimanya dari Mesir baru-baru ini.

Hamas menambahkan kalau gerakan dan pasukan perlawanan bertekad untuk mematangkan perjanjian untuk mencapai akhir agresi Israel di Jalur Gaza, penarikan pasukan pendudukan, dan kembalinya para pengungsi ke Jalur Gaza utara.

Baca juga: Israel Pertimbangkan Alternatif Serangan Besar di Perbatasan Mesir Jika Invasi Rafah Batal 

Pengungsi Palestina berbaris untuk mengisi wadah mereka dengan air di Rafah, di Jalur Gaza selatan pada 19 April 2024
Pengungsi Palestina berbaris untuk mengisi wadah mereka dengan air di Rafah, di Jalur Gaza selatan pada 19 April 2024 (AFP)

AS Minta Qatar Usir Hamas Jika Menolak Setuju

Rekomendasi Untuk Anda

Di sisi lain, kedatangan delegasi Hamas di Kairo disambut ancaman dari pihak AS.

Washington Post melansir, sumber informasi menyebut AS telah meminta Qatar untuk mengusir gerakan Hamas dari wilayahnya jika gerakan tersebut menolak untuk setuju pada Israel mengenai kesepakatan pertukaran tahanan.

Seorang pejabat Amerika mengindikasikan dalam sebuah wawancara dengan surat kabar tersebut kalau Menteri Luar Negeri AS Anthony Blinken menyampaikan pesan terkait hal ini kepada Menteri Luar Negeri Qatar Sheikh Mohammed bin Abdul Rahman Al Thani, April lalu.

Baca juga: Pesan Singkat Al Qassam ke Warga Israel Soal Nasib Para Sandera Seusai Netanyahu Ancam Serbu Rafah

Menurut surat kabar itu, pemerintahan Presiden Joe Biden menganggap ancaman untuk mengusir Hamas sebagai cara potensial untuk menekan gerakan itu.

Tetapi para pejabat dan analis memperingatkan bahwa menutup kantor politik Hamas di Qatar akan mempersulit komunikasi dengan para pemimpin gerakan itu.

Mantan duta besar AS untuk Qatar Patrick Theros memperingatkan bahwa mengusir Hamas dari Doha akan menjadi "mimpi buruk" bagi Gedung Putih, karena akan membuat negosiasi di masa depan menjadi tidak mungkin.

"Ini datang dengan latar belakang harapan bahwa delegasi Hamas akan tiba di Kairo pada hari Sabtu untuk melanjutkan negosiasi tidak langsung dengan Israel, yang dimediasi oleh Mesir, Qatar dan Amerika Serikat, mengenai kesepakatan gencatan senjata di Jalur Gaza dan pertukaran tahanan," tulis laporan tersebut dikutip dari Novosti.

(oln/khbrn/twp/nvst/*)

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas