Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Presiden Volodymyr Zelensky Masuk Daftar Buronan Rusia

Rusia memasukkan nama Presiden Ukraina Vladimir Zelensky dalam daftar orang yang harus ditangkap.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
Editor: Hendra Gunawan
zoom-in Presiden Volodymyr Zelensky Masuk Daftar Buronan Rusia
RIA Novosti
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menjadi buronan Rusia 

Meskipun rincian mengenai kasus kriminal mereka masih belum jelas, Komite Investigasi Rusia sebelumnya telah menuduh kedua mantan pejabat tersebut mendanai tindakan keras militer Kiev terhadap Donbass pada tahun 2014.

Operasi tersebut menandai dimulainya penembakan Angkatan Bersenjata Ukraina terhadap wilayah berpenduduk di Republik Rakyat Donetsk dan Lugansk.

Selain itu, kepala intelijen Ukraina (DIU) Kirylo Budanov juga telah menjadi menjadi buruan Rusia karena dituding menjadi otak sejumlah penyerangan dan sabotase wilayah Rusia.

Zelensky sendiri belum menanggapi dirinya yang masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) Rusia.

Kementerian Luar Negeri Ukraina mengomentari pengumuman Zelensky dalam daftar orang yang dicari Rusia.

Sementara Ukrainska Pravda mengabarkan, dalam postingan di X, Ukraina menulis bahwa tindakan seperti itu adalah “bukti keputusasaan aparatur negara dan propaganda Rusia, yang tidak tahu alasan berita apa lagi yang harus dikemukakan untuk menarik perhatian.”

Kementerian juga mengingatkan bahwa surat perintah dari Pengadilan Kriminal Internasional telah dikeluarkan terhadap Putin.

Rekomendasi Untuk Anda

Media asal Uraina Strana menafsirkan bahwa langkah Rusia memasukkan Zelensky dalam list buronan karena Rusia sudah tidakingin bernegosiasi dengan Zelensky.

Rusia dituding tidak akan mengakui Zelensky sebagai presiden pada 20 Mei mendatang, karena Ukraina seharusnya telah menggelar pemilu, akan tetapi pemilu ditunda akibat perang.

Informasi beredar bahwa Putin kini tidak ingin menghentikan perang, namun berniat berperang dengan harapan Angkatan Bersenjata Ukraina akan kalah total dan/atau kemenangan Trump dalam pemilu AS.

Pihak berwenang Ukraina, yang beberapa bulan lalu mengatakan bahwa Putin menginginkan negosiasi untuk menghentikan perang di garis depan untuk membekukannya, kini juga semakin mengatakan bahwa Putin tidak memerlukan pembekuan.

Pertama, tidak ada yang menawarkan Putin untuk menghentikan perang di garis depan. Posisi resmi Ukraina, yang didukung oleh negara-negara Barat terkemuka.

Kremlin menolak opsi ini (pada dasarnya menyerah) dan tidak berniat membahasnya. Oleh karena itu, tidak mungkin untuk mengatakan secara pasti apa reaksi Putin jika dia tiba-tiba ditawari gencatan senjata tanpa penarikan pasukan Rusia dari wilayah pendudukan Ukraina.

Kedua, media Barat telah berulang kali menulis bahwa ada sinyal yang datang dari Kremlin bahwa Putin siap menghentikan perang di garis depan.

Rusia juga secara terbuka (melalui Menlu Sergey Lavrov) mendukung rencana perdamaian Tiongkok, yang mengatur gencatan senjata tanpa penarikan pasukan Rusia dari Ukraina. Oleh karena itu, Kremlin tidak akan menolak opsi ini jika Kiev dan Barat menyetujuinya.

Ketiga, jika Putin menolak usulan untuk menghentikan perang di garis depan, atau menetapkan kondisi yang jelas-jelas tidak dapat diterima oleh Ukraina, maka membujuknya, pada akhirnya, untuk menerima opsi ini akan jauh lebih mudah daripada memaksanya menarik pasukan sesuai persetujuan pada tahun 1991.

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas