Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Setelah Haifa, Milisi Irak Serang Pangkalan Udara Israel di Eilat dengan Rudal Jelajah

Perlawanan Islam Irak menargetkan Pangkalan Udara Israel di Eilat di wilayah Pendudukan Palestina selatan dengan rudal jelajah pada pagi ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Nuryanti
zoom-in Setelah Haifa, Milisi Irak Serang Pangkalan Udara Israel di Eilat dengan Rudal Jelajah
X/Telegram/Perlawanan Islam Irak
Perlawanan Islam Irak telah menargetkan pangkalan udara militer Zionis Israel di Umm al-Rashrash (Eilat) di selatan Palestina yang diduduki dengan sebuah pesawat tak berawak, Senin (6/5/2024) pagi waktu setempat. 

TRIBUNNEWS.COM - Perlawanan Islam Irak meluncurkan serangan drone ke pangkalan udara militer Zionis di Umm al-Rashrash atau Eilat di selatan Palestina yang diduduki, pada Senin (6/5/2024) pagi waktu setempat.

"Serangan tersebut adalah bagian dari pendekatan berkelanjutan mereka dalam menghadapi pendudukan rezim Zionis, membantu penduduk Gaza dan sebagai tanggapan atas pembunuhan warga sipil Palestina," lapor media Lebanon, Al-Mayadeen.

Operasi itu terjadi sehari setelah Perlawanan Islam mengumumkan peluncuran rudal jelajah dan tiga operasi di pelabuhan Haifa di wilayah pendudukan Palestina dan satu lagi terhadap sasaran Israel di Laut Mati.

Serangan itu dalam upaya untuk menunjukkan solidaritas terhadap warga Palestina yang tidak berdaya.

"Rudal jelajah, Arqab, diluncurkan dari tanah Irak menuju wilayah pendudukan Palestina," kata laporan Al Mayadeen pada hari Minggu (5/5/2024) malam.

Sebelumnya, pada Kamis (2/4/2024) malam, Perlawanan Islam di Irak mengumumkan penargetan lokasi penting di Beer al-Sabe' dengan menggunakan rudal jelajah canggih al-Aqrab.

Perlawanan Islam Irak menegaskan kembali komitmen mereka untuk menentang pendudukan Israel dan membela Palestina dan rakyatnya.

Rekomendasi Untuk Anda

“Serangan rudal terhadap Tel Aviv membuktikan sekali lagi bahwa perlawanan Irak adalah bagian penting dari Poros Perlawanan,” kata Hussein al-Mosawi, juru bicara Harakat Hizbullah al-Nujaba atau Perlawanan Islam Irak, Jumat (3/4/2024).

Ia mengatakan kelompoknya mengetahui daftar target di Israel yang dapat diserang kapan saja.

“Perlawanan Islam di Irak mempunyai banyak sekali target yang bisa diserang secara tak terduga," lanjutnya.

Hussein al-Mosawi mengatakan penggerebekan itu mengirimkan pesan kepada masyarakat Palestina di Jalur Gaza bahwa mereka tidak sendirian dalam pertempuran melawan Israel.

Baca juga: Perlawanan Islam Irak Serang Israel, Pos Mossad di Tel Aviv Jadi Target Rudal Jelajah

Serangan kelompok itu dimaksudkan untuk memberitahu Amerika Serikat (AS) bahwa mereka tidak akan diam saja ketika Palestina menghadapi agresi Israel di Jalur Gaza.

Eilat dan Haifa adalah dua kota pelabuhan telah diserang beberapa kali oleh kelompok perlawanan regional termasuk pasukan Houthi Yaman dan Perlawanan Islam Irak untuk menyatakan dukungan bagi rakyat Palestina.

Tidak ada korban jiwa atau kerusakan yang dilaporkan akibat serangan terbaru ini.

Jumlah Korban

Israel masih melancarkan agresinya di Jalur Gaza, jumlah kematian warga Palestina meningkat menjadi 34.683 jiwa dan 78.018 lainnya terluka sejak Sabtu (7/10/2023) hingga Minggu (5/5/2024), dan 1.147 kematian di wilayah Israel, seperti dilaporkan Anadolu.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas