Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Ikut Aksi Bela Palestina, Pelajar Internasional Pertaruhkan Status Imigrasi Mereka di AS

Aksi bela Palestina yang diikuti Mahmoud Khalil bisa saja mengancam nasibnya menempuh pendidikan di Amerika Serikat.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Ikut Aksi Bela Palestina, Pelajar Internasional Pertaruhkan Status Imigrasi Mereka di AS
Tangkapan layar Instagram
AKSI BELA PALESTINA- Aksi Bela Palestina dilakukan oleh ratusan umat Kriten di Capitol Hill, namun aksi mereka untuk menuntut Gencatan Senjata di Gaza itu dihentikan, dan mereka ditangkap polisi AS. Melansir Al Jazeera, pengunjuk rasa Kristen yang bernyanyi untuk gencatan senjata Gaza di Kongres AS ditangkap. Sekitar 150 orang ditangkap setelah melakukan protes duduk di dalam Kongres AS yang menyerukan gencatan senjata di Gaza. 

Khalil menjelaskan, dia bekerja sama dengan pihak universitas untuk memastikan aktivitasnya tidak menimbulkan masalah.

Berdasarkan perbincangannya dengan pimpinan sekolah, Khalil merasa kecil kemungkinannya dia akan mendapat hukuman.

Namun, pada tanggal 30 April, Khalil menerima e-mail dari administrator Columbia yang mengatakan bahwa dia telah diskors, dengan alasan dugaan partisipasinya dalam perkemahan tersebut.

"Saya terkejut," kata Khalil.

"Sungguh konyol bahwa mereka memberhentikan negosiator," ucapnya.

Baca juga: Gemuruh Kampus-kampus di AS Demo Bela Palestina, Bagaimana di Indonesia?

Mahasiswa di Yale University (kiri) dan di Universitas Columbia (kanan) memprotes Presiden AS Joe Biden dan pemerintahannya yang mendukung genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, Selasa (23/4/2024).
Mahasiswa di Yale University (kiri) dan di Universitas Columbia (kanan) memprotes Presiden AS Joe Biden dan pemerintahannya yang mendukung genosida Israel terhadap warga Palestina di Jalur Gaza, Selasa (23/4/2024). (X)

Namun, sehari kemudian – bahkan sebelum Khalil dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut – universitas mengiriminya e-mail yang mengatakan bahwa skorsingnya dicabut.

"Setelah meninjau catatan kami dan meninjau bukti dari Keamanan Publik Universitas Columbia, telah diputuskan untuk membatalkan penangguhan sementara Anda," kata e-mail singkat yang terdiri dari tiga kalimat itu.

Rekomendasi Untuk Anda

Khalil mengatakan dia bahkan menerima telepon dari kantor rektor Universitas Columbia yang meminta maaf atas kesalahannya.

Namun pakar hukum dan pembela hak-hak sipil memperingatkan bahwa penangguhan sementara sekalipun dapat menimbulkan konsekuensi buruk bagi pelajar yang bergantung pada visa pendidikan untuk tinggal di negara tersebut.

(Tribunnews.com, Andari Wulan Nugrahani)
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas