Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Cuaca Ekstrem Terus Melanda Dunia, Perubahan Iklim Harus Diperangi

Perubahan iklim kemungkinan memicu peningkatan cuaca ekstrem di seluruh dunia. Ini merupakan sinyal buruk akan datangnya bencana di…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Cuaca Ekstrem Terus Melanda Dunia, Perubahan Iklim Harus Diperangi
Deutsche Welle
Cuaca Ekstrem Terus Melanda Dunia, Perubahan Iklim Harus Diperangi 

Namun penyebab tornado sangat sulit dijabarkan karena sifatnya yang terlokalisir.

Studi atribusi perubahan iklim bekerja paling baik pada peristiwa berskala besar di wilayah yang luas, seperti suhu panas dan dingin ekstrem, serta kekeringan.

"Kecuali siklon tropis di Atlantik Utara, perubahan iklim tidak ada kaitannya dengan peningkatan kecepatan angin, terutama di daratan," papar pimpinan WWA Otto.

“Mengingat kita tidak melihat perubahan pada jenis kecepatan angin atau badai lainnya, saya tidak memperkirakan akan melihat perubahan besar, namun hal tersebut mungkin akan sangat berbeda untuk tornado karena keduanya juga merupakan fenomena yang berbeda,” katanya.

Pada dasarnya, para ilmuwan tidak dapat mengatakan apa peran perubahan iklim, atau apakah hal tersebut memang berperan.

Bukankah cuaca ekstrem selalu terjadi?

Sejarah penuh dengan contoh cuaca ekstrem, bahkan sebelum roda Revolusi Industri mulai berputar dan manusia mulai membakar bahan bakar fosil yang bertanggung jawab dalam menyebabkan perubahan iklim.

Peristiwa seperti ini merupakan fenomena alam, namun perubahan iklim jelas telah menjadikan peristiwa tersebut lebih mungkin terjadi dan bersifat destruktif, kata para ahli.

Rekomendasi Untuk Anda

Sebelum tahun 1990-an, sekitar 70 hingga 150 bahaya terkait cuaca dan air dilaporkan setiap tahunnya. Sejak tahun 2000, 300 kejadian ekstrem telah tercatat setiap tahunnya. Bahkan dengan adanya pelaporan yang rendah di masa lalu, “perbedaan intnsitasnya tidak perlu dipertanyakan lagi,” pungkas Alvaro Silva dari WMO.

ap/as

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 3/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas