Pemilu Uni Eropa Pertama bagi Remaja 16 Tahun Jerman
Penurunan usia pemilih di Jerman, yang semula 18 menjadi 16 tahun dapat menambah lebih dari satu juta pemberi suara baru dalam Pemilu…
Burkhardt sendiri secara khusus berkomitmen soal isu perlindungan iklim. Ia juga merupakan pengguna media sosial yang aktif, mengirimkan pembaruan secara rutin kepada pengikutnya di akun TikTok, Instagram, dan X.
"Anak muda sering terkejut ketika saya menjelaskan pekerjaan saya di Brussel," ungkapnya. "Mereka mengatakan hal berupa: ‘Saya tidak tahu bahwa Uni Eropa memperhatikan hal ini‘ atau ‘Anda benar-benar tertarik dengan apa yang kami pikirkan.‘ Mereka sering merasa bahwa politisi tidak memperhatikan mereka."
Saat dia berkunjung ke sebuah sekolah kejuruan baru-baru ini, Burkhardt bertanya soal pengaruh politik terhadap keseharian para siswa. Namun, Burkhardt mengaku tak ada seorang pun yang menjawab.
"Selama lima tahun terakhir, saya adalah salah satu dari sedikit kolega yang menggunakan media sosial secara intensif," ucap dia. "Namun, saya bisa melihat banyak (politisi) yang baru saja mulai benar-benar mengaktifkan akun mereka untuk kampanye pemilu. Hanya saja, hal itu bukan cara Anda untuk membangun komunitas. Bukan seperti itu cara Anda membuat liputan. Bukan begitu cara menyampaikan nilai-nilai demokrasi."
Memperluas elektoral di Jerman
Pengacara konstitusi Hermann Heussner telah mendukung gagasan untuk menurunkan usia pemilih selama 30 tahun terakhir.
"Para peneliti dan psikolog remaja mengatakan, ketika seseorang berusia 12 dan 14 tahun, mereka mengalami lonjakan perkembangan intelektual," kata dia kepada DW. "Setelah itu, mereka mampu berpikir secara abstrak, hipotesis, dan logis, layaknya orang dewasa. Mereka juga dapat mempertimbangkan kepentingan orang lain. Mereka juga mampu memahami secara intelektual (…) relasi yang kompleks."
Di enam negara bagian di Jerman, anak usia 16 tahun sudah berhak untuk memilih dalam Pemilu negara bagian. Namun, agar usia tersebut memenuhi syarat untuk memberikan suara dalam pemilu nasional, konstitusi Jerman perlu diubah.
Jerman, Belgia, Austria, Yunani dan Malta telah memberikan hak pilih kepada anak usia 16 dan 17 tahun dalam pemilu Eropa.
Sementara itu, para pihak yang menentang diturunkannya usia pemilih di Jerman mengatakan, kaum muda masih belum cukup dewasa untuk membuat penilaian politik yang tepat.
Usia minimum sebelumnya, 18 tahun, telah menyebabkan ketidakseimbangan. Ditambah dengan populasi Jerman yang menua, orang tua memiliki persentase yang lebih besar dari daftar pemilih.
Pada pemilu federal Jerman 2021, tercatat 39% pemilih berusia di atas 60 tahun dan hanya 14% yang berusia antara 18 dan 30 tahun.
Heussner berkomitmen untuk melangkah lebih jauh lagi, dan kini mengadvokasi hak untuk memilih sejak usia 14 tahun, dan jika memungkinkan bisa lebih muda lagi.
"Ini hanyalah awal,” tegas dia. "Jika Anda benar-benar ingin menganggap serius demokrasi dan mengendalikan masalah demografi, Anda harus memperkenalkan hak pilih sejak lahir. Anak-anak akan memilih hak mereka sendiri untuk memilih, dan orang tua mereka akan memberikan suara atas nama mereka sampai para anak dapat menggunakan hak itu sendiri.”
(mh/as)

Baca tanpa iklan