Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Riset: Vape Berpotensi Tingkatkan Risiko Kanker Paru-paru

Vape kian populer sebagai alternatif rokok konvensional. Namun riset jangka panjang di Korea Selatan menemukan peningkatan risiko…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Riset: Vape Berpotensi Tingkatkan Risiko Kanker Paru-paru
Deutsche Welle
Riset: Vape Berpotensi Tingkatkan Risiko Kanker Paru-paru 

Tapi apakah ada bukti bahwa vaping secara langsung menyebabkan kanker? Tidak ada! Karena saat ini belum diketahui seberapa besar dosis untuk menyebabkan kanker.

Di satu sisi, ragam penelitian berskala kecil menunjukkan,, penggunaan vaping dalam jangka pendek, alias kurang dari dua tahun, tidak menambah risiko kanker.

Namun penelitian terbaru dari Korea Selatan menunjukkan bahwa vape dapat meningkatkan risiko kanker dalam jangka panjang, terutama bagi mantan perokok konvensional.

Sebuah penelitian yang diterbitkan pada Maret lalu juga menemukan, pengguna vape dan perokok mengalami perubahan DNA pada sel-sel di mulut mereka.

Perubahan seperti itu juga dikaitkan dengan perkembangan kanker paru-paru pada perokok di masa depan, namun tidak membuktikan bahwa orang yang menggunakan vape pasti akan terkena kanker.

Merianos mengakui saat ini belum ada bukti menyeluruh untuk membuat kesimpulan tentang dampak kesehatan jangka panjang dari vaping, termasuk dampak kanker.

Temuan riset juga belum meyakinkan mengenai apakah vaping lebih berbahaya bagi sebagian orang dibandingkan orang lain, misalnya pada wanita hamil atau anak-anak.

Rekomendasi Untuk Anda

rzn/as

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas