Macron: Hubungan Jerman-Prancis 'Sangat Diperlukan’
Kunjungan kenegaraan Macron ini adalah yang pertama dalam 25 tahun terakhir sejak Presiden Prancis sebelumnya ke Jerman, dan terjadi…
Fokus kunjungan itu ada pada tantangan bersama "di mana Prancis dan Jerman dapat menemukan jawaban untuk Eropa,” ungkap pernyataan dari kantor Steinmeier, seraya menambahkan bahwa selama kunjungan ini, para pemimpin juga akan merayakan integrasi Eropa.
Peran Steinmeier sebagian besar bersifat seremonial dan meskipun presiden-presiden Jerman hanya memiliki sedikit kekuasaan eksekutif, mereka bercita-cita untuk menjadi otoritas moral di atas politik sehari-hari.
Prancis dan Jerman tidak sepakat perihal Ukraina dan otonomi strategis
Prancis dan Jerman telah menunjukkan ketidaksepakatan dalam sejumlah isu, termasuk beda pandangan pada perang di Ukraina.
Awal tahun ini, Macron mengatakan Prancis tidak menutup kemungkinan untuk mengirimkan pasukan demi mendukung Ukraina, yang memicu tanggapan kritis dari Kanselir Jerman Olaf Scholz.
Paris juga menekankan keinginannya untuk membangun otonomi strategis bagi Uni Eropa yang akan membuat blok ini tidak terlalu bergantung pada Amerika Serikat (AS). Prancis menyatakan keprihatinannya atas keputusan Jerman untuk membeli sebagian besar peralatan yang diproduksi AS untuk alat pertahanan udara bagi Uni Eropa, Inisiatif Perisai Langit Eropa.
Kunjungan kenegaraan Macron ini dilakukan dua minggu sebelum pemilihan umum Eropa, dengan jajak pendapat menunjukkan bahwa koalisi Macron sedikit tertinggal di belakang Partai National Rally yang berhaluan kanan-jauh.
National Rally baru-baru ini pecah kongsi dengan partai ultra kanan AfD, imbas dari komentar yang dilontarkan oleh kandidat AfD Maximilian Krah tentang pasukan paramiliter SS Nazi.
kp/ha (AFP, dpa)
