Produsen Otomotif Jerman Khawatirkan Perang Tarif UE-Cina
Uni Eropa ingin mengikuti jejak AS menerapkan tarif tinggi bagi impor kendaraan elektrik murah dari Cina, karena menggunakan subsidi…
Dia menunjukkan, pemerintah di Beijing juga telah berupaya membatasi izin produksi, yang "merupakan indikasi bahwa pemerintah mengerem perusahaan-perusahaan tertentu."
Saling tikam Uni Eropa dan Cina?
Produsen mobil Eropa mengkhawatirkan, kenaikan tarif impor akan memicu perang dagang baru dengan Beijing. Mengingat kebergantungan yang besar pada Cina, Komisi Eropa didesak bersikap secara hati-hati dalam merespons tema tersebut guna menghindari eskalasi.
"Pro dan kontra cendrung mengarah pada penolakan tarif terhadap kendaraan listrik dari Cina karena adanya bahaya bahwa Beijing akan membalas,” kata Gabriel Felbermayr, direktur Institut Penelitian Ekonomi Austria, kepada DW.
Dalam pernyataan yang diposting di X, Kamar Dagang Cina menulis betapa pihaknya telah menerima informasi bahwa pemerintah Cina dapat mengenakan tarif setinggi 25 persen pada impor mobil bermesin besar.
Tarif yang lebih tinggi akan merugikan BMW dan Mercedes-Benz, yang mengekspor SUV dan sedan mewah ke Cina.
Namun, Keim dari CAR mengatakan tindakan balasan Beijing tidak selalu menargetkan mobil Eropa, melainkan "komponen otomotif atau bidang industri sensitif lainnya,” seperti permesinan.
Selain itu, katanya, kemungkinan akan ada "peningkatan tarif untuk impor barang mewah yang sebagian besar akan merugikan produsen peralatan asli Jerman."
rzn/as

Baca tanpa iklan