Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Bagaimana kotoran sapi bisa punya peran kunci dalam industri energi India?

India menaruh harapan kepada biogas - yang berasal dari limbah pertanian - agar bisa memotong ketergantungan mereka terhadap gas impor.

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Bagaimana kotoran sapi bisa punya peran kunci dalam industri energi India?
BBC Indonesia
Bagaimana kotoran sapi bisa punya peran kunci dalam industri energi India? 

Pekerjaannnya sulit tetapi berharga bagi masyarakat setempat.

"Kotoran sapi ini bercampuran dengan kotoran kerbau, jadi baunya menjijikkan. Tapi pada akhirnya kita semua butuh uang untuk bertahan hidup."

Baljit Singh adalah salah satu orang yang memanfaatkan peluang di bidang biogas.

Dia berasal dari keluarga petani di Punjab, yang menanam gandum dan padi. Melihat pabrik biogas tengah dibangun, Singh menyadari ada peluang. Awalnya dia mengumpulkan jerami sisa panen keluarganya dan menjualnya ke pabrik.

Kemudian dia mencoba membujuk petani lain untuk memberinya sekam padi mereka.

"Ini bukan perjalanan yang mudah. Para petani begitu dikejar waktu untuk membersihkan lahan untuk penanaman berikutnya, jadi mereka lebih suka membakar sekam. Saya meyakinkan mereka bahwa ini adalah peluang menghasilkan uang," jelasnya.

Bisnis Singh sekarang menjadi cukup besar. Dia menjadi bos sekitar 200 orang yang bekerja mengumpulkan limbah pertanian dari 10 desa.

Rekomendasi Untuk Anda

"Ini adalah pekerjaan yang padat karya. Sebelum panen dimulai, saya mengunjungi sebagian besar desa untuk meyakinkan para petani agar menjual sisa pertanian mereka kepada saya. Kondisinya harus kering jadi kita harus cepat-cepat.

"Sisa pertanian dicacah atau diparut menjadi ukuran spesifik untuk penguraian yang efisien di pabrik biogas. Selama pengumpulan, kami sangat berhati-hati terhadap kadar air dan kontaminasi."

Cerita-cerita sukses sudah ada tetapi beberapa orang meragukan apakah biogas bisa menjadi bahan bakar utama.

Kiran Kumar Kudaravalli dari SKG Sangha, sebuah organisasi nirlaba yang berfokus pada energi terbarukan, menyebut keterbatasan ruang dan bau membuat biogas menjad kurang cocok di daerah perkotaan.

Sementara itu di daerah pedesaan yang lebih miskin, masyarakat akan terhambat biaya.

"Bahan bakar datang berasal dari hutan atau lahan pertanian yang tersedia gratis. Jadi, mereka tidak mau membayar terlalu mahal untuk bahan bakar itu. Mereka jugatidak bisa dikenakan biaya untuk memasang pabrik biogas," ujar Kudaravalli.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 3/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas