Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Dua Muka AS: Getol Minta Gencatan Senjata, tapi Kirim Senjata yang Digunakan Israel Serang Rafah

Israel menggunakan senjata buatan Amerika Serikat (AS) untuk menyerang kamp pengungsi di Kota Rafah

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Febri Prasetyo
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Dua Muka AS: Getol Minta Gencatan Senjata, tapi Kirim Senjata yang Digunakan Israel Serang Rafah
AFP/EYAD BABA
Warga Palestina berkumpul di lokasi serangan Israel di sebuah kamp pengungsi di Rafah pada 27 Mei 2024, di tengah pertempuran yang sedang berlangsung antara Israel dan Hamas. 

GBU-39 dibuat oleh perusahaan AS bernama Boeing dan merupakan senjata dengan akurasi yang tinggi.

“Dirancang untuk menyerang target penting strategis,” kata kata pakar bom bernama Chris Cobb-Smith kepada CNN pada hari Selasa.

“Menggunakan senjata apa pun, bahkan dalam ukuran ini, akan selalu memunculkan risiko di area padat penduduk.”

Mantan personel Angkatan Darat AS bernama Trevol Ball juga menyebut bom itu berjenis GBU-39.

“Bagian hulu ledak [bom] itu tampak jelas, dan bagian pemandu dan sayapnya sangat unik jika dibandingkan dengan bom lain,” ujar Ball.

“Saya melihat bagian aktuasi ekor dan segera tahu bahwa itu salah satu varian SDB/GBU-39.”

Baca juga: World Central Kitchen Terpaksa Berhenti Beroperasi usai Israel Gempur Rafah

Sementara itu, Pentagon atau Kementerian Pertahanan AS mengaku tidak mengetahui jenis bom yang digunakan.

Rekomendasi Untuk Anda

“Saya tidak mengetahui jenis bom yang digunakan dalam serangan itu,” kata juru bicara Pentagon, Sabrina Singh.

AS jadi pemasok utama

Menurut data dari Stockholm International Peace Research Center, AS sudah lama menjadi pemasok utama senjata ke Israel.

Pasokan senjata AS terus mengalir ke Israel meski pemerintahan Joe Biden makin mendapat tekanan sehubungan dengan serangan Israel ke Gaza.

Bulan lalu Biden menandatangani RUU bantuan luar negeri yang isinya termasuk bantuan sebesar $26 miliar dalam konflik Israel-Palestina.

Rinciannya ialah $15 miliar untuk bantuan militer Israel, $9 miliar untuk bantuan kemanusiaan untuk Gaza, dan $2,4 miliar untuk operasi militer regional AS.

(Tribunnews/Febri)

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas