Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●

Usai Restui Ukraina Serang Rusia, Joe Biden Lepas Tangan setelah Putin Ancam AS

Joe Biden tidak bertanggung jawab jika terjadi peningkatan perang setelah mengizinkan Ukraina serang Rusia dengan senjatanya, Putin beri ancaman.

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Usai Restui Ukraina Serang Rusia, Joe Biden Lepas Tangan setelah Putin Ancam AS
PressidentofRussia/ZelenskyyUa/POTUS
Presiden Rusia Vladimir Putin (kiri), Presiden Ukraina Zelensky (tengah), Presiden Amerika Serikat Joe Biden (kanan). --- Joe Biden tidak mau bertanggung jawab jika perannya dalam perang Ukraina-Rusia memicu Perang Dunia III. 

Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengatakan tujuan operasi di wilayah Kharkiv bertujuan untuk menghentikan serangan mortir dan rudal lintas batas Ukraina yang sering terjadi di Belgorod dan kota-kota Rusia lainnya.

"Rusia tidak memiliki rencana untuk merebut kota Kharkiv," kata Putin kepada wartawan selama perjalanannya ke China bulan lalu.

Rusia Ancam AS dan Barat

Rusia telah berulang kali memperingatkan bahwa pengiriman senjata berat ke Ukraina dari Barat tidak akan menghalangi pasukan Rusia.

"Kami menekankan bahwa bantuan militer ke Ukraina mengarah pada peningkatan yang berbahaya," kata Putin.

Putin menekankan bahwa negara-negara NATO harus memahami apa yang sedang mereka mainkan.

Mendukung pernyataan Putin, juru bicara Kremlin, Dmitry Peskov, memperingatkan AS dan negara-negara Barat atas keputusan mereka.

"Negara-negara anggota NATO, Amerika Serikat, dan ibu kota di Eropa telah terlibat dalam babak baru peningkatan ketegangan sejak beberapa hari dan minggu terakhir," kata Dmitry Peskov pada Jumat (31/5/2024), dikutip dari France24.

Rekomendasi Untuk Anda

Pejabat senior keamanan Rusia, Dmitry Medvedev, juga mengeluarkan peringatan kepada negara-negara Barat.

“Rusia menganggap semua senjata jarak jauh yang digunakan oleh Ukraina sudah dikendalikan langsung oleh prajurit dari negara-negara NATO. Ini bukan bantuan militer, ini adalah partisipasi dalam perang melawan kami,” kata Dmitry Medvedev, Jumat (31/5/2024) dikutip dari Sky News.

“Dan tindakan seperti itu bisa menjadi casus belli (tindakan yang memicu perang)," lanjutnya.

Rusia tidak ingin menyeret pihak mana pun ke perang global baru, menurut pernyataan Putin dalam wawancara dengan jurnalis AS, Tucker Carlson bulan Februari 2024 lalu.

(Tribunnews.com/Yunita Rahmayanti)

Berita lain terkait Rusia dan Ukraina

Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas