Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
BBC

Kisah perempuan yang jadi pendaki tercepat mencapai puncak Gunung Everest

Seorang ibu tunggal asal Nepal, Phunjo Jhangmu Lama, baru-baru ini mendaki Everest, salah satu puncak tertinggi di Pegunungan Himalaya,…

Tayang:
Baca & Ambil Poin
zoom-in Kisah perempuan yang jadi pendaki tercepat mencapai puncak Gunung Everest
BBC Indonesia
Kisah perempuan yang jadi pendaki tercepat mencapai puncak Gunung Everest 

"Tidak ada yang berubah. Saya merasa sangat normal, tidak ada yang istimewa.

"Banyak orang berpikir mereka tak bisa melakukannya. Saya ingin menunjukkan bahwa semua orang bisa melakukannya. Saya mencoba menjelaskan pada mereka bahwa semuanya mungkin. Oleh sebab itu saya melakukannya."

Bagaimanapun, pendakian gunung adalah petualangan yang mendebarkan dan juga berisiko.

Pejabat Nepal mengatakan lebih dari 600 orang termasuk pendaki mencapai puncak tahun ini.

Selama musim pendakian tahun ini, sebanyak lima pendaki meninggal dunia dan tiga lainnya hilang.

Para pejabat mengaku bahwa kesempatan untuk menemukan mereka sangat kecil.

Tendi Sherpa menyadari bahwa mematahkan rekor Lama memerlukan kerja keras, perencanaan, dan keberuntungan.

Rekomendasi Untuk Anda

"Everest adalah gunung yang besar. Anda memerlukan kebugaran fisik yang bagus, dukungan tim, cuaca yang bagus, dan kondisi gunung yang bersahabat," ujarnya.

Timnya memantau lalu lintas pendaki gunung yang akan dia temui dalam perjalanan, cuaca, kemungkinan longsoran salju dan merencanakan sokongan yang diperlukan.

Pada kategori pendaki pria, rekor Lhakpa Gelu Sherpa yang mendaki Everest dalam waktu 10 jam 56 menit yang dibuat pada tahun 2003 masih bertahan.

Baik Tendi Sherpa maupun Phunjo Jhangmu Lama sama-sama yakin rekor ini akan dipecahkan, namun pertanyaannya adalah kapan.

“Jika seseorang memecahkan rekor saya, itu akan luar biasa. Saya akan sangat bahagia,” kata Lama sambil tersenyum lebar.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 4/4
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas