Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
BBC

Idul Adha: Selain di Islam, apakah ada hewan kurban dalam agama Kristen, Yahudi, dan Hindu?

Saat umat Muslim merayakan Idul Adha, atau Hari Raya Kurban, mereka memperingati kesediaan Nabi Ibrahim untuk mengorbankan putranya.…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Idul Adha: Selain di Islam, apakah ada hewan kurban dalam agama Kristen, Yahudi, dan Hindu?
BBC Indonesia
Idul Adha: Selain di Islam, apakah ada hewan kurban dalam agama Kristen, Yahudi, dan Hindu? 

Seluruh umat Islam di dunia akan merayakan Idul Adha.

Hari raya yang jatuh pada Senin (17/06) di Indonesia itu dirayakan untuk memperingati ketaatan Nabi Ibrahim mengorbankan putranya, Ismail.

Ibrahim dikenal sebagai Abraham dalam agama Kristen dan Yahudi.

Nabi Ibrahim diyakini bermimpi dan mendapat pesan dari Allah yang memintanya untuk menyembelih putranya Ismail sebagai bentuk ketaatan.

Ketika pesan itu disampaikan kepada Ismail, bocah tersebut menerimanya dan meminta sang ayah menaati perintah tersebut.

Saat Ibrahim hendak menyembelih putranya, Allah menghentikannya dan mengganti Ismail dengan seekor 'domba jantan' untuk dikorbankan.

Peristiwa itu kemudian diperingati umat Islam di seluruh dunia melalui ritual yang mengorbankan hewan ternak, yakni domba, kambing, dan sapi. Ritual tersebut wajib dilakukan jika seseorang memiliki kekayaan yang melebihi kebutuhannya.

Rekomendasi Untuk Anda

Lantas, bagaimana dengan agama-agama besar lainnya? Bagaimana kurban hewan dipandang dalam ajaran agama Hindu, Yahudi, dan Kristen?

Yahudi

Sejarah Islam memiliki banyak kesamaan dengan Yahudi dan Kristen.

Kitab suci Yahudi menetapkan berbagai pengorbanan, masing-masing dengan waktu dan tempat tertentu, menurut Rabbi Gary Somers yang merupakan kepala layanan akademik di Leo Baeck College, Inggris.

"Namun, saat ini kami tidak melakukan kurban karena tempat ritual ini sudah tidak ada lagi. Sebaliknya, kami mengenang pengorbanan ini lewat doa," ujarnya.

Rabbi Dr Bradley Shavit Artson adalah Wakil Presiden Universitas Yahudi Amerika dan Ketua Dekan Abner & Roslyn Goldstine di Sekolah Studi Rabbinik Ziegler.

Dr Arston mengatakan, "Dengan penghancuran Bait Suci Kedua oleh bangsa Romawi, pengorbanan hewan tidak lagi diizinkan dalam Yudaisme..."

"Banyak yang percaya bahwa sekarang hal itu dilarang secara permanen, sementara yang lain percaya setelah kedatangan Mesias, hal itu akan dipulihkan," imbuh Dr Artson.

Sumber: BBC Indonesia
Halaman 1/3
BBC
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas