Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Apa yang Terjadi Selanjutnya?

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah membubarkan kabinet perangnya, setelah mendapat tekanan untuk menambah anggota. Kini apa yang terjadi?

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Tiara Shelavie
Editor: Bobby Wiratama
zoom-in Netanyahu Bubarkan Kabinet Perang Israel, Apa yang Terjadi Selanjutnya?
Flash90
Kolase foto Benjamin Netanyahu dan Benny Gantz 

“Itu adalah bagian dari perjanjian koalisi dengan Gantz, atas permintaannya. Saat Gantz pergi, tidak ada forum seperti itu lagi,” lanjut Netanyahu.

Mundurnya Gantz meningkatkan tekanan dari Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich.

Keduanya sedang melobi untuk bergabung dengan kabinet perang internal.

Ben-Gvir and Smotrich dikenal sangat problematik

Anggota partai Otzma Yehudit Itamar Ben Gvir (kanan) berbicara dengan pemimpin faksi Persatuan Nasional saat itu Betzalel Smotrich, dalam acara kampanye di Bat Yam, 6 April 2019.
Anggota partai Otzma Yehudit Itamar Ben Gvir (kanan) berbicara dengan pemimpin faksi Persatuan Nasional saat itu Betzalel Smotrich, dalam acara kampanye di Bat Yam, 6 April 2019. (Flash90)

Itamar Ben-Gvir dan Bezalel Smotrich mewakili konstituen ultra-Ortodoks dan sayap kanan dalam politik Israel.

Keduanya juga terkait erat dengan gerakan pemukim, yang berupaya membangun tanah Palestina berdasarkan hukum internasional.

Mereka sebelumnya mengancam akan mengundurkan diri jika Israel tidak melancarkan serangannya terhadap kota Rafah di Gaza, yang saat itu menjadi rumah bagi 1,5 juta pengungsi.

Keduanya juga mengancam akan mundur jika Netanyahu melanjutkan perjanjian gencatan senjata yang didukung Amerika sebelum mereka menganggap Hamas musnah.

Rekomendasi Untuk Anda

Ben-Gvir dan Smotrich juga mendukung pendirian pemukiman ilegal di Gaza, migrasi sukarela warga Palestina yang tinggal di sana.

Hal itu kontras dengan kebijakan perang resmi Israel.

Selain itu, kedudukan internasional mereka juga dianggap cukup bermasalah.

Baca juga: Konflik Kabinet Perang Israel, Menteri Ben Gvir Menuntut Yoav Gallant Dipecat, Disebut Menteri Gagal

Tak satu pun sekutu Israel, termasuk AS, yang kemungkinan mau terlibat dengan salah satu dari mereka, sehingga dapat melemahkan peran potensial apa pun dalam kabinet perang.

Mengapa Netanyahu tak abaikan Ben-Gvir dan Smotrich saja?

Netanyahu tidak bisa serta merta mengabaikan keduanya, menurut Aljazeera.

Partai Ben-Gvir dan Smotrich memiliki gabungan 14 kursi di Knesset.

Jika dibandingkan, Partai Persatuan Nasional pimpinan Gantz hanya memiliki 12 kursi.

Penarikan diri Ben-Gvir dan Smotrich akan menyebabkan runtuhnya kabinet koalisi dan otomatis berakhirnya masa jabatan Netanyahu.

Sekarang, apa yang akan terjadi?

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas