Volltexte
Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
Deutsche Welle

Didominasi Ekstrem Kanan, Hubungan Kota Chemnitz dan AfD

Di hampir seluruh wilayah bekas Jerman Timur, ekstremis sayap kanan AfD menjadi partai politik terkuat. Juga di Chemnitz, Sachsen.…

Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Didominasi Ekstrem Kanan, Hubungan Kota Chemnitz dan AfD
Deutsche Welle
Didominasi Ekstrem Kanan, Hubungan Kota Chemnitz dan AfD 

Pengikut AfD telah meningkat di Jerman selama bertahun-tahun. Yang paling mengkhawatirkan bagi Zeran Osman adalah reaksi para pemilih.

Chemnitz, tempat aman persembunyian Neonazi?

Bangkitnya AfD membawa konsekuensi nyata bagi kehidupan mereka di Chemnitz. Penghinaan dan serangan terhadap migran di kota tersebut semakin meningkat. Statistik dari pusat konseling korban membuktikan hal ini.

Selain itu, Chemnitz juga menjadi tempat persembunyian Neonazi Jerman selama bertahun-tahun. Gerombolan pembunuh ekstremis sayap kanan NSU sempat bersembunyi di sini pada akhir tahun 1990-an.

Pada bulan Agustus dan September 2018, terdapat hari-hari demonstrasi dan kerusuhan Nazi di Chemnitz, yang dipicu oleh pembunuhan seorang pria di sebuah festival kota beberapa hari sebelumnya.

Berdasarkan pemberitaan media, tersangka pelaku berlatar belakang migran. Akibatnya, gerombolan sayap kanan benar-benar memburu migran, demonstran tandingan, petugas polisi, dan perwakilan pers. Ekstremis sayap kanan juga menyerang sebuah restoran Yahudi di kota itu.

Orang-orang seperti Zeran Osman dan sejumlah asosiasi yang berkomitmen di kota ini telah berjuang keras demi perubahan di kota ini selama bertahun-tahun. Mereka juga mendapat banyak dukungan. Namun hal ini terancam dengan bangkitnya AfD. Pasalnya partai ini secara umum menolak proyek demokrasi ASA-FF seperti yang dilakukan Zeran Osman.

Namun Zeran Osman tidak berkecil hati dengan keberhasilan AfD sejauh ini. Karena itu adalah kota mereka. Namun, pada saat yang sama, kekhawatiran mengenai ancaman semakin meningkat seiring dengan kemajuan AfD. Bukan hanya dia yang merasa khawatir.

Ancaman dan hinaan rasis

Rekomendasi Untuk Anda

"Ada beberapa sudut di Chemnitz yang tidak berani saya datangi,” kata Avery, 19. Saat itu ia tengah duduk di depan Monumen Karl Marx di jantung kota. Ini adalah simbol kota yang masih disebut Karl-Marx-Stadt di bekas GDR. "Kemudian saya diteriaki 'homo sialan'." Karena sepatu yang ia pakai bergambar pelangi, simbol gerakan LGBTQ.

AfD membela diri terhadap semua tuduhan bahwa mereka menyulut agitasi dan kebencian. Dan menolak dikatakan sebagai partai ekstremis dan rasis. Mereka menyebut dirinya "normal". Di Chemnitz, normal berarti Lars Franke, pria yang pernah berjalan-jalan dengan kaus bergambar Hitler-Smiley. Ia bergabung dengan dewan kota untuk AfD dan teman satu partai Nico Köhler.

Kami juga bertemu pemuda lain di Monumen Karl Marx. Namanya Leon, dia ramah, memakai hoodie dan mengendarai sepeda BMX. Ya, dia memilih AfD, katanya. Karena orang asing. Leon tidak merasa terganggu dengan pernyataan bahwa AfD adalah partai Nazi. Dia terlihat berpikir-pikir, mungkin sebagian benar. Tapi Leon bilang dia tidak begitu tahu keseluruhan cerita.

(ae/hp)

Sumber: Deutsche Welle
Halaman 2/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas