PM Negara NATO Sambangi Vladimir Putin, Ukraina Ketar-ketir Ditinggal Sekutu
PM Orban mendarat di Moskow pada akhir pekan ini untuk mendiskusikan gencatan senjata segera dan penyelesaian konflik antara Moskow
Penulis:
Namira Yunia Lestanti
Editor:
Hendra Gunawan
Laporan Wartawan Tribunnews.com Namira Yunia
TRIBUNNEWS.COM, MOSKOW - Perdana Menteri (PM) Hongaria Viktor Orban menyambangi Rusia untuk melakukan pertemuan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, kunjungan tersebut jadi kali pertamanya yang dilakukan anggota negara NATO sejak invasi Rusia-Ukraina pecah pada 2022 silam.
PM Orban mendarat di Moskow pada akhir pekan ini untuk mendiskusikan gencatan senjata segera dan penyelesaian konflik antara Moskow-Kyiv dengan Presiden Putin.
Hongaria telah resmi menjadi negara Presiden Uni Eropa pada pekan lalu. Orban juga dikenal dekat dengan Rusia.
Baca juga: Zelensky Makin Sengsara: Dalam Sepekan Rusia Tembakkan 40 Rudal, 600 Bom Berpemandu dan 60 Shahed
“Kedua pemimpin mengadakan pembicaraan yang oleh seorang ajudan senior Moskow digambarkan sebagai percakapan terbuka yang mencakup semua isu terkait Ukraina,” Jelas juru bicara Kremlin Rusia dikutip dari The Guardian.
Orban bersikeras tujuannya melakukan kunjungan ke Moskow demi mencari jalan cepat mengakhiri perang Rusia-Ukraina yang saat ini masih sangat “berjauhan”. Namun, hal itu dikritik oleh sejumlah pihak termasuk Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy.
Pemimpin Ukraina itu menentang negosiasi apapun mengenai konflik tersebut tanpa partisipasi
langsungnya. Ia menganggap sekutunya Hongaria telah membelot membela Presiden Rusia Vladimir Putin.
Senada dengan Zelenskyy, Kementerian Luar Negeri Ukraina juga turut mengutuk tindakan PM Hongaria lewat sebuah pernyataan di situs resminya.
”Keputusan Orban mengunjungi Rusia dibuat oleh pihak Hongaria tanpa persetujuan atau koordinasi dengan Ukraina,” kata Kementerian Luar Negeri Ukraina
“Kami mengingatkan bahwa prinsip ‘tidak ada perjanjian mengenai Ukraina tanpa Ukraina’ tetap tidak dapat diganggu gugat bagi negara kami dan menyerukan semua negara untuk secara ketat mematuhinya,” imbuhnya.
Baca juga: Rusia Klaim 23 Operasi Gabungan Dalam Sepekan Hancurkan Senjata Barat dan 10 Pesawat Ukraina
Kecaman serupa turut dilontarkan Perdana Menteri Estonia Kaja Kallas, yang akan menggantikan Josep Borrell sebagai kepala diplomat Uni Eropa. Kallas menuduh Orban menabur kebingungan dan mengeksploitasi rotasi kepresidenan Uni Eropa, yang diambil alih Budapest pada awal Juli.
Presiden Dewan Eropa Charles Michel juga mengecam kunjungan Orban, dan menyatakan bahwa Hongaria tidak mempunyai mandat untuk berhubungan dengan Rusia atas nama Uni Eropa.
”Tidak ada diskusi mengenai Ukraina yang dapat berlangsung tanpa Ukraina,” kata Michel.
Hongaria Merapat ke Rusia
Berbeda dengan negara-negara Eropa yang menjaga jarak dengan Rusia, Hongaria melakukan hal sebaliknya. Sejak Perang Rusia dan Ukraina memanas, Hongaria menjadi salah satu negara di Eropa yang dekat dengan Putin.