Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●

Intelijen AS dan Jerman Gagalkan Rencana Rusia Bunuh CEO Perusahaan Pemasok Senjata ke Ukraina

Pejabat intelijen AS mengetahui rencana tersebut dan memberi tahu badan keamanan Jerman yang kemudian menghentikan rencana tersebut.

Tribun X Baca tanpa iklan
Penulis: Hasanudin Aco
zoom-in Intelijen AS dan Jerman Gagalkan Rencana Rusia Bunuh CEO Perusahaan Pemasok Senjata ke Ukraina
Julian Stratenschulte via CNN
Armin Papperger, CEO Rheinmetall, yang lolos dari pembunuhan Rusia berdiri saat berada di perusahannya Lower Saxony, Jerman pada 14 Juli 2022. 

Laporan CNN menyebutkan ini serangkaian rencana Rusia yang menargetkan direktur perusahaan pertahanan di Eropa yang memasok senjata ke Ukraina.

TRIBUNNEWS.COM, JERMAN - Bloomberg pada Jumat (12/7/2024) menurunkan berita kegagalan Rusia membunuh CEO Rheinmetall AG, sebuah perusahaan senjata ternama di Jerman.

Informasi itu diperoleh dari mengutip sumber-sumber yang mengetahui bahwa badan keamanan Amerika Serikat (AS) dan Jerman telah menggagalkan rencana Rusia itu.

Menurut sumber anonim, pejabat intelijen AS mengetahui rencana tersebut dan memberi tahu badan keamanan Jerman yang kemudian menghentikan rencana tersebut.

Alhasil, CEO Rheinmetall Armin Papperger diberi perlindungan khusus.

CNN juga melaporkan bahwa awal tahun ini, intelijen AS menemukan bahwa Rusia berencana membunuh CEO sebuah perusahaan manufaktur senjata besar Jerman yang memproduksi peluru artileri dan kendaraan militer untuk Ukraina.

Menurut Bloomberg, plot yang menyasar tokoh terkemuka tersebut menandai peningkatan besar dari apa yang disebut AS dan sekutunya sebagai kampanye peningkatan “perang hibrida” yang dilakukan Rusia.

Rekomendasi Untuk Anda

Sumber-sumber ini mengatakan rencana tersebut adalah salah satu dari serangkaian rencana Rusia untuk membunuh para eksekutif industri pertahanan di seluruh Eropa yang mendukung Ukraina.

Diantara mereka, upaya yang ditujukan kepada pimpinan Rheinmetall "adalah yang terbesar".

Menurut CNN, Papperger menjadi sasaran karena perusahaannya, Rheinmetall, adalah produsen peluru artileri 155mm terbesar dan tersukses di Jerman.

Ini juga menjadi senjata penentu dalam perang.

Baca juga: Tanggapi Insiden Joe Biden Keseleo Lidah, Rusia: Biarlah Rakyat AS yang Menentukan saat Pemilu

Rencana Buka Pabrik di Ukraina

Dalam beberapa minggu mendatang, perusahaan tersebut akan membuka pabrik kendaraan lapis baja di Ukraina, sebuah upaya yang menurut salah satu sumber sangat mengkhawatirkan Rusia.

Juru bicara Rheinmetall Oliver Hoffmann menolak berkomentar.

Dalam wawancara dengan Frankfurter Allgemeine Zeitung, CEO Papperger menekankan peran perusahaannya yang semakin penting dalam keamanan Jerman.

Halaman 1/2
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

Kirim Komentar

Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.

Berita Populer
Atas